Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Berbeda adalah soal pilihan! Salah satu pilihan yang kerap menunjukan kita berbeda adalah politik. berbeda pilihan politik sah-sah saja, tak dilarang.
Namun sangat disayangkan, saat ini banyak orang-orang yang salah dalam mengartikan keberbedaan pilihan politik. Sehingga cenderung menjadi kebencian terhadap mereka yang berbeda.
Seperti halnya yang baru terjadi beberapa waktu lalu. Seorang penumpang diusir driver GrabCar akibat mengenakan atribut pendukung salah satu pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden.
Peristiwa ini menjadi viral usai akun twitter @Widyarenee mempostingan pengalaman korban yang tak lain adalah temannya.
Pada unggahan itu, akun @Widyarenee menuliskan pengalaman sang teman di dalam transportasi online dengan mengenakan kaus bergambaar salah satu pasangan kandidat capres-cawapres.
" Dukung mendukunglah di Pilpres ini dngn kewarasan n akal sehat," tulis akun itu, Senin 25 Februari 2019.
Akun yang dinamai Jeng Rini itu turut menyertakan dua buah screenshoot berisi keluhan pengguna taksi online dan foto profil sopir taksi online yang dimaksud.
Berdasarkan tulisan di tangkapan gambar tersebut, penumpang GrabCar yang merupakan alumni Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) itu, menceritakan bahwa sejak awal pengemudi melajukan mobil dengan lambat dan beberapa kali salah rute.

Penumpang bernama Eva itu semula bertanya kenapa sopir memperlambat laju kendaraan. Eva kemudian mendesak sopir untuk lewat jalan lain agar bisa lebih cepat sampai tujuan.
Namun sopir bernama Anjar Mujiono malah memilih rute lain yang lebih jauh. Mendengar keluhan itu, sang sopir malah menjawab sebenarnya tidak ingin menjemput Eva bila tahu pendukung salah satu capres.
Eva mempertanyakan maksud sang sopir. Dia menyebut sikap sang sopir tidak sopan. Namun, sang sopir malah menyeru, " Silakan ibu keluar. Keluar kata saya!" tulis Eva.
Unggahan itu sontak mendulang banyak reaksi netizen. Sebagian besar mengecam apa yang dilakukan sopir GrabCar itu.
Salah satu netizen, @mulfridasirait, kemudian membalas dengan sembari menyebut akun resmi @GrabID yang isinya meminta agar sopir taksi itu diproses.
Ada juga akun @ronindrawan yang meminta agar manajemen Grab segera memutus hubungan kemitraan dengan sopir tersebut. " @GrabID tolong segera driver ini di putus mitra, kalau tidak kami akan suaran gelombang #uninstallgrab."
Menanggapi aduan itu, Grab mengkonformasi bahwa sopir itu sudah dinonaktifkan.
" Kami telah menonaktifkan mitra yang bersangkutan dari platform kami untuk melakukan klarifikasi lebih lanjut dan pelatihan ulang agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Kami juga memberi informasi terkini kepada penumpang," seperti dikutip dari jawaban manajemen Grab melalui akun Twitter @GrabID, merespons pertanyaan @ronindrawan, Selasa 26 Februari 2019.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya