Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Petugas Memeriksa Pesawat Pengangkut Penumpang Sakit Massal. (Foto: Cuplikan Video Vanilla Ice)
Dream - Sebuah pesawat Airbus A380 milik maskapai Emirates terpaksa ditahan dan dikarantina di landasan pacu Bandara Internasional John F. Kennedy, New York. Pemicunya, belasan penumpang di dalam pesawat itu mendadak jatuh sakit.
Pesawat dari Dubai dengan nomor penerbangan 203 itu ditahan pada hari Rabu, 5 September 2018 pagi waktu setempat.
Begitu mendarat di Bandara JFK, petugas bandara dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) langsung mengarahkan pesawat ke sebuah area khusus di landasan pacu untuk menjalani pemeriksaan.

Emirates mengkonfirmasi pesawat mendarat sekitar jam 9:15 pagi waktu setempat dan para penumpang langsung menjalani pemeriksaan sampai siang hari.
Menurut keterangan CDC, penumpang mengangkut sekitar 100 penumpang, termasuk beberapa awak kabin. Sebelumnya para penumpang mengeluh bahwa mereka mengalami batuk-batuk dan demam selama penerbangan.
" Sebagai tindakan pencegahan, para penumpang dan awak kabin diperiksa otoritas kesehatan setempat pada saat kedatangan. Keselamatan dan kesehatan pelanggan kami adalah prioritas yang utama bagi kami," kata perwakilan Emirates dalam sebuah pernyataan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan 19 penumpang dinyatakan sakit. Juru bicara kantor Wali Kota New York, Eric Phillips, menulis cuitan di Twitter yang merinci insiden sakit massal ini.
" Semua penumpang turun dan telah menjalani pemeriksaan. Hasilnya, 19 orang dinyatakan sakit, 10 orang dikirim ke rumah sakit, dan 9 orang menolak untuk diperiksa," cuit Eric di @EricPhillips.
Dalam cuitannya itu Eric juga mengatakan bahwa petugas kesehatan dari CDC telah melakukan uji laboratorium untuk mengetahui penyebab sakit massal tersebut. Namun, untuk sementara, petugas kesehatan menyebutkan bahwa gejala-gejalanya mirip dengan flu.
Sementara itu CDC menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh penumpang, termasuk mengukur suhu tubuh dan mengirim beberapa penumpang ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.
" Penumpang yang dinyatakan sehat bisa melanjutkan perjalanan mereka. Tapi mereka tetap harus menjalani pemeriksaan dari petugas jika diperlukan. Sebanyak 432 penumpang telah diperbolehkan pulang dan sekarang ada tambahan 8 penumpang yang sedang dirawat di bandara," bunyi pernyataan CDC.
Larry Coben, salah satu penumpang dalam penerbangan itu menceritakan suasana selama penerbangan ketika kabar tentang sakit massal tersebut mulai menyebar.
" Kami semua mendapat kabar dari awak kabin bahwa ada beberapa penumpang yang sakit dan kami harus tetap di tempat masing-masing," katanya melalui Twitter.
Coben juga mengunggah foto belasan ambulans sedang menjemput pesawat yang dinaikinya saat mendarat di Bandara JFK. Dia kemudian melihat pilot dan beberapa awak kabin turun dari pesawat.
" Kami kemudian diminta mengisi formulir pengendalian dan pencegahan penyakit oleh CDC," katanya di Twitter. Coben akhirnya diperbolehkan pulang dan telah sampai di rumahnya sekitar jam 11 pagi waktu setempat.
Airbus A380 adalah pesawat penumpang komersial terbesar di dunia. Emirates sejauh ini adalah operator yang paling banyak memiliki model tersebut dengan lebih dari 100 di armadanya.
Kapasitas tempat duduk Airbus A380 bervariasi. Namun model yang mendarat dan dikarantina di Bandara JFK diduga yang memiliki kapasitas 489 atau 517 penumpang.
Rapper lawas Amerika Serikat Vanila Ice termasuk salah satu penumpang yang terjebak dalam insiden penumpang sakit massal Emirates 203 di Bandara JFK.
Pesawat Airbus A380 terpaksa ditahan dan dikarantina di landasan pacu karena mengangkut belasan penumpang dari Dubai yang tiba-tiba sakit massal.
Dalam kejadian itu, Vanila Ice termasuk salah satu penumpang yang ikut merasakan suasana tegang saat pesawat tersebut dijaga ratusan polisi dan 'dikepung' belasan ambulans serta mobil pemadam kebakaran.
" Saya baru saja tiba di New York dari Dubai, dan sekarang saya terjebak di landasan pacu dengan ratusan polisi, ambulans, dan mobil pemadam kebakaran. Ini gila," kata pelantun lagu 'Ice Ice Baby' itu di Facebook.
Dia juga membagikan video adegan mirip film pembajakan pesawat itu yang dia rekam dari jendela pesawat.
Rapper bernama asli Robert Matthew Van Winkle itu kemudian mengaku lega karena dia berada di dek atas. Dia mengatakan sekitar 100 penumpang yang sakit itu berada di dek bawah.
" Ini gila. Sepertinya ada sekitar 100 penumpang yang sakit di dek bawah. Jadi aku lega berada di dek atas. Saya naik pesawat double-deck A380," cuit Vanila Ice di Twitter.
Vanila Ice mengatakan dia sering terbang keliling dunia sepanjang hidupnya, tapi belum pernah melihat situasi yang menegangkan seperti ini.
Sumber: USA Today
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya