Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Pakar epidemiologi Universitas Harvard, Karin Michels, menyebut minyak kelapa sebagai racun murni. Hal itu dia sampaikan saat mengisi kuliah mengenai nutrisi di Jerman beberapa bulan lalu.
Dalam perkuliahan itu, Michels juga menyatakan minyak kelapa merupakan bahan pangan terburuk yang dikonsumsi. Alasannya, terdapat kandungan lemak jenuh cukup tinggi di dalamnya.
Pernyataan itu rupanya memicu masalah. Masyarakat India, terutama di Kerala, merasa tidak terima dengan pernyataan itu.
Komisaris holtikultura India, Srinivasa Murthy, sampai mengirimkan surat protes ke Harvard. Dalam surat itu, dia menuding pernyataan Michels tidak memiliki dasar yang kuat, dikutip dari Straits Times.
Dia juga meminta dewan dekan untuk mengoreksi pernyataan Michels. "Doktor Michels membuat pernyataan miring mengenai tanaman bernilai miliaran," tulis Murthy.
Dream - Minyak kelapa merupakan salah satu komoditas pangan utama di India. Banyak yang meyakini minyak kelapa jauh lebih sehat daripada minyak sawit.

Bahkan di Amerika Serikat sejak 2011, minyak kelapa berubah dari barang yang tersedia sangat sedikit di toko menjadi makanan super. Orang AS banyak yang meyakini minyak kelapa memiliki khasiat tertentu bagi kesehatan.
Pakar kardiologi di Kerala, Rajesh Muralidharan, juga dibuat gerah dengan pernyataan Michels. Menurut dia, pernyataan tersebut telah memicu keresahan pada pasiennya.
Dia pun bingung dengan banyaknya pertanyaan dari para pasien terkait klaim Michels tersebut. Rajesh pun menegaskan tidak ada yang perlu dijelaskan lagi.
"Apa yang kami coba sampaikan kepada mereka adalah semua minyak mengandung lemak dan digunakan sesedikit mungkin," kata dia.
Dream - Rajesh juga mengatakan minyak kelapa sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Kerala. Dia sampai menyebut tidak mungkin ada makanan Kerala apabila tidak menggunakan minyak kelapa.

"Leluhur kami sudah menggunakannya selama berabad-abad," kata Rajesh.
Juru bicara Harvard School of Public Health menolak berkomentar mengenai masalah ini. Demikian juga Michels yang mengeluarkan pernyataan tersebut.
Menteri Pertanian Kerala, Sunil Kumar, juga berencana menulis surat protes ke Harvard. Dia ingin meminta penjelasan dari Michels.
"Pengalaman hidup kami membuktikan minyak kelapa bukanlah racun. Tanpa kelapa, tidak ada kehidupan di Kerala, itu benar," kata Sunil. (ism)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


WNI Diduga Tewas saat Jadi Tentara Rusia, Apakah Kewarganegaraan Indonesia Bisa Hilang?



Starvision Rilis Trailer dan Poster Dewi Siluman Ular, Angkat Kisah Pernikahan Manusia dengan Jin

Hobi Membuat Kue Ternyata Punya 7 Manfaat bagi Kesehatan, Bukan Sekadar Mengisi Waktu Luang

El Niño Diprediksi Menguat, Harga Beras Dunia Terancam Melonjak dan Jutaan Orang Bisa Terdampak

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire