Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Siswa SD Di Kota Bogor Membawa Kotak Nasi Atau Ompreng Untuk Wadah Makanan Ketika Beli Jajanan Di Sekolah (Liputan6.com)
Dream - Kampanye mengurangi sampah plastik terus digalakkan Pemerintah Kota Bogor. Kampanye ini menyasar seluruh institusi, termasuk Dinas Pendidikan.
Institusi ini bakal mewajibkan semua pelajar untuk membawa kotak nasi atau lebih dikenal dengan istilah ompreng. Ini agar penggunaan plastik untuk kemasan makanan dapat ditekan.
" Permasalahan sampah menjadi salah satu program prioritas Pemkot Bogor dan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup, tapi sema harus ikut ambil bagian," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fahrudin, dikutip dari Liputan6.com.
Fahrudin mengatakan apabila setiap sekolah bisa mengurangi sampah hingga 25 kilogram per hari, volume sampah plastik bungkus jajanan di Kota Bogor bisa turun 10 ton sehari. Hal ini bisa dilakukan dengan mengganti plastik bungkus jajanan dengan kotak nasi.
" Kami ingin ompreng makan dan botol minum digunakan saat membeli jajanan, sebagai pengganti kemasan jajanan baik plastik maupun kertas," ucap dia.
Selanjutnya, Fahrudin menyimpan harapan kebijakan ini nantinya bisa dijalankan di seluruh sekolah. Dengan begitu, para pelajar dapat terlibat aktif dalam upaya mengurangi sampah dan menjaga kelestarian lingkungan.
Program penggunaan ompreng untuk tempat jajanan saat ini sudah berjalan di beberapa sekolah di Kota Bogor. Di antaranya seperti di SDN Cibuluh 1, yang sudah 100 persen siswanya menggunakan ompreng sebagai wadah ketika membeli jajanan.
Jika program ini berjalan, Fahrudin berharap setiap sekolah yang menerapkan kebijakan tersebut secara konsisten mendapatkan reward dari pemerintah. Salah satunya bisa lewat penyematan julukan Sekolah Sehat dan Ramah Lingkungan.
" Secepatnya akan diwajibkan, tapi sosialisasi dulu sampai sebagian besar terbiasa melakukan hal itu," ucap dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya