Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Unggahan Facebook (Foto: Cekfakta.com)
Dream - Beredar berita di sosial media Facebook yang menyebutkan, orang dengan kondisi memiliki gangguan kejiwaan kebal akan virus Covid-19.
Pernyataan telah disebarkan beberapa pihak. Bahkan beberapa pernyataan menyebutkan bahwa vaksin yang ampuh berasal dari darah orang dengan gangguan jiwa.
Berikut narasi yang tersebar melalui akun Facebook Shiwa:
“ Vaksin yang ampuh darahnya orang gila, selama covid19 ada orang gila smp sekarang tdk pernah kena covid19”.
Benarkan pernyataan tersebut bahwa orang dengan gangguan kejiwaan tidak pernah terkena Covid-19?
Melansir dari Cekfakta.com, dipastikan bahwa orang gila ada yang terpapar Covid-19. Jadi tidak bernar bahwa orang gila kebal akan Covid-19.
Melalui media pemberitaan detik.com pada 12 Agustus 2020 lalu, dalam salah satu artikelnya terdapat 7 orang dengan gangguan kejiwaan terdeteksi virus Corona di Jatim.
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Dirut RSJ Menur dr. M Hafidin Ilham di Surabaya. Ia mengatakan, orang dengan gganguan jiwa yang menjadi pasien positif Covid-19 di Jawa Timur ada 7 orang dan sedang dirawat di Rumah Sakit Jiwa Menur.
Kemudian, melansir dari indopolitika.com, pada 31 Maret 2020 lalu, seorang perempuan paruh baya berusia 54 tahun yang mengalami gangguan jiwa berstatus positif Covid-19, sempat melarikan diri dari rumah saat tengah menjalani isolasi mandiri di rumahanya, daerah Tebet, Jakarta Selatan.
Pasien dengan gangguan jiwa tersebut kabur, diduga karena bosan setelah seminggu berada di dalam rumah.
Warga sekitar yang mengetahui kondisi wanita tersebut, tidak melakukan kontak dekat dengan pasien.
Lebih lanjut, media iniriau.com juga memberitakan pada 20 Juli 2020 lalu, dua orang dengan gangguan kejiwaan telah terpapar Covid-19 di Kabupaten Kampar, Riau.
Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Percepatan Penanggulanan Covid-19 Riau, dr Indra Yovi di Gedung Daerah Provinsi Riau pada 20 Juli 2020.
“ Dua ODGJ positif Covid-19 ini menjadi pasien Covid-19 ke-286 dan ke-287”, tutur Yovi.
Pasien ke-286 positif Covid-19 di Riau adalah nyonya AN, 53 tahun, yang merupakan warga Kabupaten Kampar dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kota Pekanbaru.
Klaim tidak ada orang gangguan jiwa yang positif Covid-19 tidak benar. Faktanya di beberapa daerah terdapat orang dengan gangguan jiwa yang positif Covid-19.
Sumber: cekfakta.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya