Liputan6.com Laporkan Kasus Doxing Jurnalis ke Polisi

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 21 September 2020 10:17
Liputan6.com Laporkan Kasus Doxing Jurnalis ke Polisi
Pelaporan telah disampaikan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada Senin 21 September 2020.

Dream - Liputan6.com dalam menindaklanjuti serangan doxing terhadap jurnalis cek fakta Liputan6.com, melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

Sebelumnya, Liputan6.com telah mengadukan kasus doxing ini ke Komnas HAM pada Selasa, 15 September 2020.

Pelaporan telah disampaikan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada Senin 21 September 2020 pukul 09.00 WIB.

Doxing merupakan kejahatan berbasis internet yang menyebarluaskan informasi pribadi individu atau organisasi ke publik. Praktik ini erat terkait dengan vigilantisme internet dan hacktivisme.

 

1 dari 7 halaman

Dalam keterangan yang disampaikan pihak Liputan6.com, langkah hukum tersebut tidak hanya ditunjukan untuk membela hak asasi korban.

Komnas HAM menyebut, doxing merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di ranah digital.

" Kami berharap, ini bisa memperkuat upaya untuk menghentikan kejahatan digital, termasuk intimidasi dan doxing, yang menargetkan semua jurnalis serta awak media lainnya," demikian keterangan Liputan6.com, Senin 21 September 2020 pagi.

Terkait pelaporan ini, Liputan6.com mengimbau kepada media untuk tidak melakukan peliputan secara langsung untuk menghindari penyebaran virus corona.

" Karena kondisi pandemi, maka dimohon untuk tidak melakukan peliputan. Siaran pers akan segera diumumkan usai pelaporan ke pihak berwajib," imbaunya.

 

2 dari 7 halaman

Kecam Tindakan Doxing

Sebelumnya, pihak Liputan6.com mengecam keras tindakan teror melalui doxing atau penyebarluasan informasi pribadi di media sosial.

Kerja-kerja jurnalistik diatur Undang Undang Pers No.40 Tahun 1999, Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Jika ada keberatan dengan pemberitaan Liputan6.com, disediakan mekanisme oleh undang-undang tersebut.

" Wartawan tidak bekerja atas nama pribadinya, melainkan atas nama institusi dan dalam sistem yang dilindungi serta sekaligus patuh pada ketentuan undang-undang pers. Menjadikan wartawan sebagai sasaran dengan melakukan tindakan kekerasan seperti doxing, bukan saja salah alamat, tapi sangat berbahaya," ujar Pimpinan Redaksi Liputan6.com Irna Gustiawati, Sabtu 12 September 2020.

Menurut Irna, doxing merupakan bentuk tindakan kekerasand an jelas berbahaya. Apalgi terncantum link yang mengarah kepada alamat rumah, foto keluarga, termasuk foto anak bayi sang wartawan, yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan materi berita yang ditulis.

" Dalam kasus ini, pelaku bukan saja mendoxing wartawan kami, tapi juga keluarga, menunjuk alamat rumah, nomor telepon, dan link akun privat yang mengarah ke foto keluarga, termasuk foto sang bayi," ujar dia.

 

3 dari 7 halaman

Wartawan Liputan6.com Jadi Korban Doxing Karena Tulisan Cek Fakta

Dream - Salah satu jurnalis Liputan6.com Cakrayuri Nuralam menjadi korban doxing atau penyebarluasan informasi pribadi di jagad maya.

Cakra mengalami doxing karena menulis artikel Cek Fakta terkait Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Arteria Dahlan.

Kasus ini bermula ketika Cakra mengunggah artikel Cek Fakta berjudul " Cek Fakta: Tidak Benar Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Cucu Pendiri PKI di Sumbar" , pada 10 September 2020.

Di artikel tersebut Cakra memuat hasil konfirmasi terkait klaim yang menyebut Politikus PDIP tersebut merupakan cucu dari pendiri PKI Sumatera Barat, Bachtaroedin.

4 dari 7 halaman

Namun, keesokan harinya, pada Jumat 11 September 2020, Cakra mulai mengalami serangan doxing dengan skala yang masif.

Sekitar pukul 18.20 WIB, akun Instagram @d34th.5kull mengunggah foto korban tanpa izin dengan keterangan foto sebagai berikut:

" mentioned you in a comment: PEMANASAN DULU BRO?? No Baper ye jurnalis media rezim. Hello cak @cakrayurinuralam. Mau tenar kah, ogut bantu biar tenar ????. #d34th_5kull #thewarriorssquad #MediaPendukungPKI," tulis akun tersebut dalam unggahanya.

5 dari 7 halaman

Tidak berhenti di situ, akun Instagram cyb3rw0lff__, cyb3rw0lff99.tm, _j4ck__5on__, dan __bit___chyd_____, menyusul dengan narasi serupa sekitar pukul 21.03 WIB. Akun @d34th.5kull mengunggah video dengan narasi:

" mentioned you in a comment: Demi melindungi kawannya yang terjebak dalam pengeditan data di Wikipedia,oknum jurnalis rela melakukan pembodohan publik Dan diikuti oleh team kecoa nya di masing-masing media rezim, sementara kita buka dulu 1 monyetnya...sisanya next One ShootOne Kill ??????????????," tulis akun-akun tersebut.

Mereka juga membeberkan sejumlah alamat surat elektronik Cakra dan juga akun-akun sosial media yang dimilikinya lengkap dengan nomor telepon selulernya.

6 dari 7 halaman

Kecaman Liputan6.com soal Doxing Jurnalis Cakrayuri Nuralam

Unggahan serupa juga dibuat oleh akun __bit___chyd____. Mereka membuat video dan mengambil data korban di media sosial. Selanjutnya pada pukul 22.10 WIB, akun Instagram i.b.a.n.e.m.a.r.k.o.b.a.n.e juga mengunggah video serupa.

Doxing terhadap Cakra setidaknya dilakukan oleh empat akun terkait unggahan artikel tersebut sebelumnya. Mereka adalah:

1. https://www.instagram.com/cyb3rw0lff99.tm/
2. https://www.instagram.com/d34th.5kull/
3. https://www.instagram.com/cyb3rw0lff__/
4. https://www.instagram.com/_j4ck__5on___

Berdasarkan penelusuran, dari satu akun tersebut beberapa akun lainnya ikut me-repost unggahan ke jejaring media sosialnya hanya dalam hitungan jam.

7 dari 7 halaman

Liputan6.com Kecam Tindakan Doxing yang Membahayakan

Liputan6.com mengecam keras tindakan teror melalui doxing. Kerja-kerja jurnalistik diatur Undang -Undang Pers No.40 tahun 1999, Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber. Jika ada yang keberatan dengan pemberitaan Liputan6 com, ada banyak mekanisme yang disediakan oleh undang-undang itu.

Wartawan tidak bekerja atas nama pribadinya, melainkan atas nama institusi dan dalam sistem yang dilindungi serta sekaligus patuh pada ketentuan undang-undang pers. Menjadikan wartawan sebagai sasaran dengan melakukan tindakan kekerasan seperti doxing, bukan saja salah alamat, tapi sangat berbahaya.

Karena itu kami akan menempuh jalur hukum untuk merespon tindakan ini. Karena doxing adalah bentuk tindakan kekerasan dan jelas sangat berbahaya, apalagi mencantumkan link yang mengarah kepada alamat rumah, foto keluarga, termasuk foto anak bayi sang wartawan, yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan materi berita yang ditulis.

Dalam kasus ini, pelaku bukan saja mendoxing wartawan kami, tapi juga keluarga, menunjuk alamat rumah, nomor telepon, dan link akun privat yang mengarah ke foto keluarga, termasuk foto sang bayi.

Terima kasih

Jakarta, 12 September 2020
Irna Gustiawati
Pimpinan Redaksi Liputan6.com

Beri Komentar