Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mobil Ditumpangi Relawan Terguling (Liputan6.com)
Dream - Sejumlah relawan dari Solo yang melakukan perjalanan menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat mengalami nasib buruk. Kendaraan yang akan mengantarkan mereka membantu para korban gempa Lombok terguling di kawasan Jalan Raya Ngawi-Mantingan, Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi pada Selasa kemarin.
Kasubbag Humas Polres Ngawi, AKP Eko Setyo Martono, melaporkan lima orang relawan menderita luka-luka akibat kecelakaan tersebut.
Menurut Eko, kendaraan yang dikemudikan Yatim, 41 tahun, mengalami selip ban hingga terguling. " Hasil penyelidikan kami, diduga mobil itu rem belakangnya terkunci hingga akhirnya terjadi selip," kata Eko, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 15 Agustus 2018.
Para korban langsung dilarikan ke Puskesmas Gemarang, Ngawi. Di sana, mereka mendapatkan perawatan intensif.
" Tidak ada korban jiwa, tapi kellima penumpang luka-luka," kata dia.

Berikut data para relawan yang mengalami luka akibat kecelakaan tersebut.
1. Giman Harjanto, 50, warga Cendono Sugihan, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, mengalami patah kaki kiri.
2. Hari Prasetyo, 29, warga Karang Gayam, Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar, mengalami luka di bagian siku.
3. Sarwono, 37, warga Desa Pondok, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, mengalami luka di bagian siku kanan.
4. Farid Alayubi, 18, warga Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.
5. Heri Niyama Satya, 36, warga Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, mengalami luka di bahu kanan.
Sumber: Liputan6.com
Dream - Tim evakuasi reruntuhan masjid di Desa Lading-Lading, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, menemukan seorang korban dalam keadaan selamat.
" Alhamdulillah ada korban yang bisa diselamatkan dari masjid yang roboh diguncang gempa 7 SR di Desa Lading-Lading Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara," tulis Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, di akun Twitter, @Sutopo_PN.
Alhamdulillah ada korban yang bisa diselamatkan dari masjid yang roboh diguncang gempa 7 SR di Desa Lading-Lading Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Evakuasi masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Semoga banyak yang bisa diselamatkan. pic.twitter.com/hJ0NKZUB53
— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_PN)6 Agustus 2018
Sutopo mengunggah video tentang korban selamat tersebut. Dalam video itu, terlihat seorang jemaah mengenakan gamis abu-abu dan peci putih diangkat sejumlah tentara.
Korban dibawa menjauh dari reruntuhan. Sembari menahan tangis, korban terus melafalkan syahadat.
Proses evakuasi masih terus dijalankan oleh gabungan Basarnas dan TNI. Hingga Selasa pukul 09.00 WIB atau 10.00 WITA, tiga korban dinyatakan meninggal dan satu selamat dari reruntuhan masjid.
Dream - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan terdapat sekitar tiga shaf jemaah sholat Isya terjebak di masjid di Desa Lading-Lading, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat akibat gempa. Tetapi, jumlah korban di masjid itu belum dapat dipastikan.
" Informasi didapat, estimasi sampai tiga shaf jemaah masih belum dapat dievakuasi karena keterbatasan alat berat," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dikutip dari Liputan6.com, Senin 6 Juni 2018.
" Kami belum tahu jumlah pasti berapa jiwa dan apa ada korban luka atau meninggal, belum kami ketahui datanya," ucap Sutopo melanjutkan.
Berdasarkan informasi sementara yang diperoleh, lanjut Sutopo, para korban sedang melaksanakan sholat Isya. Di saat itulah terjadi gempa yang merobohkan atap masjid.
" Diperkirakan banyak korban meninggal dunia dan belum bisa dievakuasi karena tidak ada alat berat," ucap Sutopo.
Sutopo melanjutkan tim SAR gabungan mencoba mengevakuasi para korban secara manual. Langkan ini dilakukan sembari menunggu datangnya alat berat.
" Jadi Tim SAR gabungan pakai cara manual, reruntuhannya tembok-tembok beton," kata Sutopo.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya