Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Hendak Bantu Korban Lombok, Mobil Relawan Terguling

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 15 Agustus 2018 16:44
Hendak Bantu Korban Lombok, Mobil Relawan Terguling
Diduga mobil mengalami selip ban hingga kehilangan keseimbangan.

Dream - Sejumlah relawan dari Solo yang melakukan perjalanan menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat mengalami nasib buruk. Kendaraan yang akan mengantarkan mereka membantu para korban gempa Lombok terguling di kawasan Jalan Raya Ngawi-Mantingan, Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi pada Selasa kemarin.

Kasubbag Humas Polres Ngawi, AKP Eko Setyo Martono, melaporkan lima orang relawan menderita luka-luka akibat kecelakaan tersebut.

Menurut Eko, kendaraan yang dikemudikan Yatim, 41 tahun, mengalami selip ban hingga terguling. " Hasil penyelidikan kami, diduga mobil itu rem belakangnya terkunci hingga akhirnya terjadi selip," kata Eko, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 15 Agustus 2018.

Para korban langsung dilarikan ke Puskesmas Gemarang, Ngawi. Di sana, mereka mendapatkan perawatan intensif.

" Tidak ada korban jiwa, tapi kellima penumpang luka-luka," kata dia.

 

1 dari 3 halaman

Daftar Relawan yang Luka

Mobil relawan terguling di Ngawi

Berikut data para relawan yang mengalami luka akibat kecelakaan tersebut.

1. Giman Harjanto, 50, warga Cendono Sugihan, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, mengalami patah kaki kiri.

2. Hari Prasetyo, 29, warga Karang Gayam, Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar, mengalami luka di bagian siku.

3. Sarwono, 37, warga Desa Pondok, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, mengalami luka di bagian siku kanan.

4. Farid Alayubi, 18, warga Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.

5. Heri Niyama Satya, 36, warga Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, mengalami luka di bahu kanan.

Sumber: Liputan6.com

2 dari 3 halaman

Detik-detik Evakuasi Korban Gempa dari Reruntuhan Masjid Lombok, Masih Hidup!

Dream - Tim evakuasi reruntuhan masjid di Desa Lading-Lading, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, menemukan seorang korban dalam keadaan selamat.

" Alhamdulillah ada korban yang bisa diselamatkan dari masjid yang roboh diguncang gempa 7 SR di Desa Lading-Lading Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara," tulis Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, di akun Twitter, @Sutopo_PN.

Sutopo mengunggah video tentang korban selamat tersebut. Dalam video itu, terlihat seorang jemaah mengenakan gamis abu-abu dan peci putih diangkat sejumlah tentara.

Korban dibawa menjauh dari reruntuhan. Sembari menahan tangis, korban terus melafalkan syahadat.

Proses evakuasi masih terus dijalankan oleh gabungan Basarnas dan TNI. Hingga Selasa pukul 09.00 WIB atau 10.00 WITA, tiga korban dinyatakan meninggal dan satu selamat dari reruntuhan masjid.

3 dari 3 halaman

3 Shaf Jemaah Isya Terjebak di Masjid Saat Gempa Lombok, Innalillahi

Dream - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan terdapat sekitar tiga shaf jemaah sholat Isya terjebak di masjid di Desa Lading-Lading, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat akibat gempa. Tetapi, jumlah korban di masjid itu belum dapat dipastikan.

" Informasi didapat, estimasi sampai tiga shaf jemaah masih belum dapat dievakuasi karena keterbatasan alat berat," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dikutip dari Liputan6.com, Senin 6 Juni 2018.

" Kami belum tahu jumlah pasti berapa jiwa dan apa ada korban luka atau meninggal, belum kami ketahui datanya," ucap Sutopo melanjutkan.

Berdasarkan informasi sementara yang diperoleh, lanjut Sutopo, para korban sedang melaksanakan sholat Isya. Di saat itulah terjadi gempa yang merobohkan atap masjid.

" Diperkirakan banyak korban meninggal dunia dan belum bisa dievakuasi karena tidak ada alat berat," ucap Sutopo.

Sutopo melanjutkan tim SAR gabungan mencoba mengevakuasi para korban secara manual. Langkan ini dilakukan sembari menunggu datangnya alat berat.

" Jadi Tim SAR gabungan pakai cara manual, reruntuhannya tembok-tembok beton," kata Sutopo.

Beri Komentar