7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Diskusi Masyarakat Anti Fitnah Di Indonesia (Dream.co.id/M Ilman Nafi'an)
Dream - Kabar hoaks atau bohong kian menjamur jelang tahun politik. Sejak kemunculannya, penyebaran kabar hoaks memang telah meresahkan masyarakat.
Sejumlah partai politik pun mendeklarasikan sikap untuk memerangi hoaks bersama pemerintah dan aparat penegak hukum.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, mengatakan pemicu orang menyebarkan hoaks adalah kebencian. Dia mencontohkan, ketika benci kepada salah satu pasangan calon presiden, orang yang bersangkutan turut menyebarkan gambar atau tulisan tentang keburukan si calon meskipun belum tentu benar.
" Awal mula hoaks itu dari kebencian," ujar Jansen dalam diskusi Masyarakat Anti Fitnah di Indonesia di Kemenkominfo, Jakarta, Selasa 14 Agustus 2018.
Pemicu lainnya, kata Jansen, yaitu sifat terlalu cinta. Ada juga karena pemahaman yang sempit.
Menurut Jansen, cara melawan hoaks adalah dengan tidak turut serta menyebarkan kabar yang belum tentu benar. Cukup diamkan jika mendapatkan kabar hoaks di ponsel atau akun media sosial.
" Kecepatan hoaks hari ini sama dengan kecepatan cahaya," kata dia.
Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute dan pengajar Komunikasi Politik UIN Jakarta, Gun Gun Heryanto, mengatakan salah satu solusi untuk mengatasi hoaks itu perbanyak literasi.
" Kroscek berita yang ada, penegakan hukum dan blokir," ucap Gun Gun.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?