Berita Hoax Nyaris Picu Perang Nuklir Pakistan-Israel

Reporter : Eko Huda S
Selasa, 27 Desember 2016 14:29
Berita Hoax Nyaris Picu Perang Nuklir Pakistan-Israel
Celakanya, berita hoax tersebut direspons serius oleh Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif.

Dream - Kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi kita untuk berhati-hati menyebarkan artikel di media sosial. Pastikan dulu kebenaran berita tersebut sebelum memutuskan untuk ikut menyebarkan. Jika tidak, maka akibatnya sangat berbahaya.

Berita palsu hampir saja memicu perang nuklir antara Pakistan dan Israel. Pada Selasa 20 Desember 2016, AWDNews menulis bahwa mantan Menteri Pertahanan Israel, Moshe Yaalon, mengancam akan menghancurkan Pakistan jika mengirim tentaranya ke Suriah.

" Kami akan menghancurkan mereka dengan serangan nuklir," demikian AWDNews mengutip Yaalon, sebagaimana dikutip Dream dari CNN, Selasa 27 Desember 2016. Namun tak ada bukti yang menunjukkan bahwa Yaalon benar-benar mengeluarkan pernyataan itu.

Celakanya, berita hoax tersebut direspons serius oleh Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif. Dia bahkan menulis langsung tanggapannya melalui Twitter. Lewat akun media sosial itu, Asif memeringatkan bahwa Israel bukan satu-satunya negara yang memiliki senjata nuklir.

" Menteri Pertahanan Israel mengancam balasan nuklir terhadap peran (Pakistan) dalam memerangi teroris di Suriah. Israel lupa Pakistan juga negara nuklir," tulis Asif di Twitter pada 23 Desember.

1 dari 1 halaman

Balasan Israel

Kurang dari sehari, Kementerian Pertahanan Israel merespons kicauan itu melalui Twitter. Melalui kicauan itu, Kementerian Pertahanan Israel menyatakan bahwa pernyataan berita AWDNews yang mengutip Yaalon hanyalah bohong belaka.

" @KhawajaMAsif Pernyataan yang mengutip mantan Menteri Pertahanan Yaalon terhadap Pakistan tak pernah dikatakan," tulis Kementerian Pertahanan Israel.

" @KhawajaMAsif Laporan seperti disebutkan Menteri Pertahanan Pakistan seluruhnya palsu," tambah akun Kementerian Pertahanan Israel.

twitter israel© cnn

Setelah dibalas oleh Kementerian Pertahanan Israel, Asif menyatakan bahwa kekuatan nuklir Pakistan hanyalah " penggertak" untuk menjaga kemerdekaan mereka.

" Kami ingin hidup berdampingan dalam damai, baik di dalam maupun luar wilayah kami," kata Asif.

Beri Komentar