Temukan 60 Bangkai Kapal, Misteri Banjir Besar Zaman Nabi Nuh Diyakini Terkuak

Reporter : Sugiono
Minggu, 10 November 2019 12:01
Temukan 60 Bangkai Kapal, Misteri Banjir Besar Zaman Nabi Nuh Diyakini Terkuak
Berada di lepas pantai Bulgaria, dekat kota Nessebar, kuburan itu berisi 60 bangkai kapal yang kondisinya tetap utuh sejak 400 SM.

Dream - Para peneliti menemukan sebuah kuburan kuno berisi puluhan bangkai kapal di kedalaman Laut Hitam. Situs kuno misterius yang berada ribuan kaki di bawah laut itu dipercaya bisa mengungkap asal-usul air bah yang membanjiri Bumi di masa Nabi Nuh.

Berada di lepas pantai Bulgaria, dekat kota Nessebar, kuburan itu berisi 60 bangkai kapal yang kondisinya tetap utuh sejak 400 SM.

Para peneliti menemukan bangkai kapal tersebut pada tahun 2016 saat memetakan dasar laut di kedalaman antara 1.000 kaki (304,8 meter) dan hampir 6.000 kaki (1,8 kilometer) di bawah permukaan.

 Zona Mati, kuburan kapal karam sejak 400 Sebelum Masehi.

Mereka menghabiskan waktu sebulan di atas kapal Stril Explorer untuk merekam temuan luar biasa mereka dalam bentuk foto dan video.

Tim peneliti itu kemudian membuat model 3D dari 60 bangkai kapal, yang tersebar di lebih dari 700 mil persegi, dengan membuat gambar secara digital.

1 dari 5 halaman

Dari Zaman Alexander Agung hingga Zaman Romawi

Para ilmuwan menyebut kuburan kapal karam sebagai zona mati. Di laut itu ditemykan 60 kapal dari zaman Alexander Agung hingga abad ke-19 yang tidak termakan oleh waktu.

Selain itu, segala macam bangkai kapal dari armada Cossack abad ke-17 hingga kapal dagang Romawi membeku di sana.

Bahkan, kapal karam utuh tertua yang ditemukan 2 km di zona mati pada 2017 berusia 400 SM atau lebih dari 2.400 tahun yang lalu.

2 dari 5 halaman

Bisa Mengungkap Asal-usul Banjir di Masa Nabi Nuh

Pada kedalaman 300 hingga 1,8 km itu, oksigen sangat sedikit sehingga kayu hampir tidak mungkin bisa membusuk.

Dalam video terlihat struktur kayu dan bahkan ukiran rumit pada kapal yang sudah berusia ribuan tahun tampak masih utuh.

Keberadaan kapal-kapal tersebut diyakini bisa memecahkan misteri tentang asal-usul air bah di zaman Nabi Nuh.

Beberapa ahli percaya bahwa banjir besar, yang dikirim dalam waktu yang singkat di masanya itu, berasal dari Laut Hitam pada 7.600 tahun yang lalu.

3 dari 5 halaman

Awalnya Hanya Sebuah Danau Kecil

Dalam bukunya Noah's Flood yang terbit tahun 2000, William Ryan dan Walter Pitman menyatakan bahwa ahli geologi kelautan mengklaim bahwa mereka telah menemukan asal mula banjir besar yang menurut kisahnya telah menghancurkan peradaban kuno yang berada di pinggir Laut Tengah dan Laut Hitam.

Menurut Ryan dan Pitman, sekitar 20.000 tahun yang lalu, yang sekarang disebut Laut Hitam adalah danau air tawar kecil yang terputus dari Laut Mediterania oleh jembatan darat raksasa.

Meski tidak didukung fakta ilmiah, teori Noah's Flood menyatakan bahwa jembatan darat raksasa ini mulai terkikis sejak akhir Zaman Es terakhir.

Lapisan es kutub yang mencair tersebut menyebabkan air Laut Mediterania naik, memicu banjir air laut besar 200 kali lebih kuat dari Air Terjun Niagara.

4 dari 5 halaman

Membanjiri Wilayah Seluas Irlandia

Laut Hitam yang tadinya hanyalah danau air tawar kecil, kemudian berubah menjadi lautan. Tidak itu saja, banjir air laut itu juga menenggelamkan wilayah seluas Irlandia dalam beberapa bulan di sekitarnya.

Pada tahun 2000, para ahli menemukan apa yang mereka katakan adalah garis pantai pra-banjir Laut Hitam.

Mereka menemukan bukti berupa bangunan-bangunan dari peradaban kuno yang terletak 12 mil atau 19,3 km dari pantai Laut Hitam di bagian Turki.

Dengan mempelajari sampel tanah bawah air di dekat bangkai kapal di Nessebar, para ilmuwan berharap bisa mengungkap hal baru dari teori banjir Nabi Nuh.

Mereka berharap bisa menemukan bukti apakah air bah benar-benar membanjiri Laut Hitam dan sekitarnya dengan cepat dan sesaat pada ribuan tahun yang lalu.

5 dari 5 halaman

Banjir Besar Tidak Datang Sekaligus

Sementara itu, para peneliti dari Black Sea Maritime Archaeology Project (MAP) tidak yakin bahwa air bah di zaman Nabi Nuh dikirim dalam waktu yang cepat dan singkat.

" Ahli geofisika dan spesialis lain dari pusat oseanografi di Southampton University, mengatakan tidak ada bukti yang mendukung teori ini," kata peneliti maritim Dr Zdravka Georgieva.

Menurut Dr Georgieva, data yang dikumpulkan timnya tidak membuktikan bencana itu datang dalam waktu singkat dan cepat seperti digambarkan selama ini.

" Data kami cenderung memperlihatkan adanya kenaikan permukaan air laut secara bertahap," kata Dr Georgieva.

(Sah, Sumber: The Sun)

Beri Komentar
Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting