Dokter Berhati Mulia, `Dibayar` 10 Botol Bekas dan 1 Juz Quran

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 28 Mei 2018 03:01
Dokter Berhati Mulia, `Dibayar` 10 Botol Bekas dan 1 Juz Quran
Yusuf menggunakan seni bersedekah untuk membangun kesadaran sehat warga sekitar.

Dream - Tak banyak dokter yang berniat mengabdi di kampung halaman. Tetapi, kisah itu tak terjadi bagi Dokter Yusuf Nugraha.

Selang setahun lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimani, Bandung, Jawa Barat, Yusuf mendirikan Klinik Harapan Sehat di Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Bermodal uang sendiri Rp700 ribu, Yusuf mendirikan klinik itu. Dalam batin Yusuf, pendirian Klinik Harapan Sehat itu murni untuk bersedekah kepada warga.

" Konsep dari awal ingin, visinya, saya buka klinik yang bisa membantu masyarakat. Klinik yang tanpa terkendala biaya," kata Yusuf, kepada Dream, Jumat, 25 Mei 2018.

 Voucher untuk berobat gratis

Untuk membantu warga sekitar, Yusuf menerapkan subsidi silang. Dari pasien yang mampu membayar, sementara untuk pasien yang tidak mampu gratis.

1 dari 4 halaman

Warga Merasa Direndahkan

Di kliniknya, Yusuf memasang spanduk yang berisi informasi jaminan cek kesehatan gratis untuk warga tidak mampu dan anak yatim. Tetapi, spanduk itu tak disambut masyarakat.

Yusuf kemudian menganalisa. Dari seorang pasien yang tidak mampu dia mendapat alasan kenapa warga enggan datang ke kliniknya untuk berobat meski gratis.

Pasien tak mampu itu, meski sudah digratiskan, enggan nenerima.

" Dia mengeluarkan uang Rp2.000, Rp10.000 untuk membayar. Dia berkata,'Saya ngumpulin uang ini, untuk berobat'." ucap Yusuf.

Dari kondisi inilah Yusuf kemudian tersadar. Untuk membebaskan masyarakat biaya kesehatan perlu pendekatan seni.

" Agar mereka tidak merasa direndahkan," kata dia.

 

2 dari 4 halaman

Berbalut Seni Bersedekah

Yusuf kemudian membuat beberapa cara agar warga tertarik berobat. Melihat lingkungannya yang mayoritas Muslim, dia kemudian membuat program mengaji 1 juz sebagai `ganti` biaya berobat.

" 2009 kita canangkan itu. Itu bagi warga yang sakit atau pengantar pasiennya," ujar dia.

Sementara, untuk warga non-Muslim, Yusuf bekerja sama dengan komunitas gereja.

Selain melaui pendekatan agama , Yusuf juga membuat program yang membangun kesadaran lingkungan masyarakat. Program ini muncul karena banyak masyarakat yang belum begitu paham mengenai pemanasan global dan kerusakan lingkungan, Yusuf bekerja sama dengan para pengepul.

Warga yang ingin berobat dapat menukarkan 10 botol plastik bekas kepada pengepul. Botol-botol yang ditukarkan itu dihargai satu voucher untuk berobat gratis.

" Hasil pengepulan botol-botol bekas itu dapat didonasikan ke para pemulung," ucap dia.

 

3 dari 4 halaman

Sulit Namun Tetap Untung

Awalnya, program ini cukup sulit. Dalam satu bulan, hanya sekitar 30 botol yang terkumpul.

" Tetapi, dalam tiga tahun ini, kesadaran masyarakat mulai bagus. Kita sudah sampai 185ribu botol yang terkumpul," ujar dia.

Semua aktivitas sosial kemasyarakat yang dia lakoni berdasar sebuah hadis. Yusuf teringat sebuah hadis yang berbunyi," Barang siapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari kiamat. Barang siapa yang memudahkan orang yang kesulitan (dalam hutang), maka Allah memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat."

" Inspirasi kita dari sana," ujar dia.

Hadis itulah yang mematri tekadnya. Adapun untuk urusan `duniawi` dan manajemen perusahan, dia tetap menggunakan rasionalitas.

Meski menggunakan bacaan Alquran dan botol bekas plastik sebagai biaya berobat, setiap bulannya, Klinik Harapan Sehat tak pernah rugi.

" Alhamdulillah, selama ini saya tidak pernah rugi dengan program seperti itu. Malah berkah saya semakin banyak," kata dia.

4 dari 4 halaman

Semua Karena Pengalaman Susah Masa Kecil

Kegelisahan Yusuf pada kesehatan warganya bukan tanpa dasar. Lahir dari keluarga tak mampu, Yusuf mengingat begitu susahnya kala menimba ilmu.

" Saat sekolah, saya harus menjual beras untuk ongkos sekolah," ucap dia.

Bahkan ketika memasuki kuliah, orang tuanya rela menggadaikan rumah. " Saya tahu betul masyarakat di wilayah saya, kondisi orang tidak mampu semacam itu," ujar dia.

Selain program itu, Yusuf turut mengembangkan program lain berupa klinik berbagi makanan dan pakaian layak pakai untuk tunawisma. Bahkan dia juga menginisiasi program bedah kampung kumuh menjadi kampung sehat.

" Untuk generasi muda ada program klinik untuk mencegah bahaya narkotika dan seks bebas," ucap dia.

Atas perjuangannya, Yusuf mendapat apresiasi sebagia juara pertama klinik berprestasi tingkat Kabupaten Cianjur dan Provinsi Jawa Barat.

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie