Berobat ke Dokter Beda Keyakinan, Bagaimana Hukumnya?

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 27 September 2017 20:03
Berobat ke Dokter Beda Keyakinan, Bagaimana Hukumnya?
Mereka lebih nyaman karena sang dokter memberikan pelayanan yang lebih profesional.

Dream - Jasa dokter tentu sangat dibutuhkan tatkala sakit. Dokter mampu mendeteksi gejala penyakit secara presisi dan memberikan obat yang dirasa tepat.

Apalagi saat ini pengetahuan dan teknologi di dunia medis sudah berkembang sangat pesat. Hal itu membawa dampak semakin banyaknya alternatif metode pengobatan.

Seorang dokter terikat sumpah untuk menolong semua orang yang membutuhkan. Tetapi, tidak semua dokter beragama Islam.

Di masyarakat, kerap terjadi pasien Muslim yang berobat ke dokter non-Muslim. Alasannya, mereka lebih nyaman karena sang dokter memberikan pelayanan yang lebih profesional.

Bagaimana para ulama memandang kecenderungan di atas?

Dikutip dari rubrik Syariah Nahdlatul Ulama, Ibnu Hajar Al Haitami pernah ditanya terkait hukum Muslim berobat ke dokter non-Muslim. Jawaban atas pertanyaan itu tertuang dalam kitabnya, Al Fatawa Al Fiqhiyyah Al Kubra.

" Muslim dibolehkan mengobati orang kafir, meskipun kafir harbi sebagaimana dibolehkan bersedekah kepada mereka, atas dasar perkataan Rasulullah SAW bahwa setiap kebaikan ada balasan. Sebaliknya, Muslim dibolehkan berobat kepada orang kafir dengan syarat tidak ada orang Islam yang mampu mengobati penyakitnya dan orang yang mengobatinya dapat dipercaya, serta tidak akan berbuat jahat."

Pendapat Ibnu Haitam menyiratkan bolehnya berobat kepada dokter non-Muslim, namun harus memperhatikan syaratnya.

Menurut Ibnu Haitam, boleh berobat kepada dokter non-Muslim jika tidak ada dokter Muslim yang bisa mengobati penyakit pasien Muslim, dan dokter tersebut bisa dipercaya.

Selengkapnya... (ism) 

Beri Komentar