Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Jasa dokter tentu sangat dibutuhkan tatkala sakit. Dokter mampu mendeteksi gejala penyakit secara presisi dan memberikan obat yang dirasa tepat.
Apalagi saat ini pengetahuan dan teknologi di dunia medis sudah berkembang sangat pesat. Hal itu membawa dampak semakin banyaknya alternatif metode pengobatan.
Seorang dokter terikat sumpah untuk menolong semua orang yang membutuhkan. Tetapi, tidak semua dokter beragama Islam.
Di masyarakat, kerap terjadi pasien Muslim yang berobat ke dokter non-Muslim. Alasannya, mereka lebih nyaman karena sang dokter memberikan pelayanan yang lebih profesional.
Bagaimana para ulama memandang kecenderungan di atas?
Dikutip dari rubrik Syariah Nahdlatul Ulama, Ibnu Hajar Al Haitami pernah ditanya terkait hukum Muslim berobat ke dokter non-Muslim. Jawaban atas pertanyaan itu tertuang dalam kitabnya, Al Fatawa Al Fiqhiyyah Al Kubra.
"Muslim dibolehkan mengobati orang kafir, meskipun kafir harbi sebagaimana dibolehkan bersedekah kepada mereka, atas dasar perkataan Rasulullah SAW bahwa setiap kebaikan ada balasan. Sebaliknya, Muslim dibolehkan berobat kepada orang kafir dengan syarat tidak ada orang Islam yang mampu mengobati penyakitnya dan orang yang mengobatinya dapat dipercaya, serta tidak akan berbuat jahat."
Pendapat Ibnu Haitam menyiratkan bolehnya berobat kepada dokter non-Muslim, namun harus memperhatikan syaratnya.
Menurut Ibnu Haitam, boleh berobat kepada dokter non-Muslim jika tidak ada dokter Muslim yang bisa mengobati penyakit pasien Muslim, dan dokter tersebut bisa dipercaya.
Selengkapnya... (ism)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari