Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Kasus perceraian dapat bermula dari alasan yang sepele. Di Mesir, perempuan bernama Karima S menggugat cerai suaminya, Rafaat, karena sering berpakaian terlalu biasa.
Rafaat kerap menggunakan baju murah dan pakaian tradisional Mesir, gallabiya.
Stepfeed, mengutip media setempat Masrawy, melaporkan keluarga Karima awalnya menolak pernikahan anaknya karena perbedaan strata sosial. Keluarga Karima merupakan keluarga aristokrat di Mesir.
" Karena Rafaat bukan bagian dalam lingkaran sosial keluarga kami," ucap Karima.
Tetapi, Karima menantang keputusan keluarganya. Ketika menikah dia mengusulkan agar Raafat mengikuti aturan yang dia minta.
" Aku membuat aturan dan mengatakan padanya agar mengubah penampilannya, sehingga keluargaku dapat menerima dia (Rafaat)," ucap Karima.
" Ketika keluarga melihat perubahan penampilannya, keluargaku menyetujui pernikahan kami," ujar dia.
© Dream
Setelah menikah Rafaat kembali mengenakan pakaian-pakaian murah. Karima mengatakan, Rafaat juga kerap mengatakan hal-hal yang tak pantas.
" Suaranya meninggi dan penampilannya tak dapat diterima. Semua orang menertawainya. Bahkan, ayahku membuat lelucon mengenai anehnya pakaian yang dia gunakan dan cara menggunakan gallabiya murah," ucap Karima.
Sebelum secara resmi melayangkan gugatan cerai, Karima sempat meminta Rafaat mengganti pakaiannya di depan umum.
" Aku memintanya membeli baju mahal dan bermerek, namun dia menolak dan mengatakan `tidak ada yang salah dengan pakainnya`. Kami bertengkar dan kemudian aku pergi ke rumah orang tuaku. Ayahku meminta agar dia diceraikan," kata Karima.
" Rafaat menolak diceraikan dan mengancamku, akan menikah kembali. Dia tidak memberikanku pilihan kecuali menceraikannya," ucap dia.
© Dream
Komentar warganet pun bermunculan. Mereka mengkritik sikap Karima.
Mayoritas pengguna media sosial sangat marah dengan pernyataan istri tersebut, menuduhnya menjadi orang yang berkelas.
" Tidakkah kamu tahu bahwa gallabiya tradisional berharga 2.000 pound Mesir (setara Rp1,5 juta)?" tulis warganet.
" Memakai gallabiya bukanlah sesuatu yang harus malu, saya memakainya," tulis warganet lain.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya