Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo Dan Ketua Umum KH Ma'ruf Amin Dalam Suatu Kesempatan
Dream - Bersama para tokoh lintas agama, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat untuk terus menjaga toleransi dan kebhinekaan. Presiden yang beken dengan nama Jokowi itu juga meminta masyarakat untuk menghentikan gesekan yang belakangan ini kerap terjadi.
" Kalaupun dalam beberapa hari terakhir ini ada gesekan antar kelompok masyarakat, mulai saat ini gesekan itu untuk dihentikan," kata Jokowi, Selasa 16 Mei 2017.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, masyarakat Indonesia sebagai bangsa merupakan saudara. Sehingga, dia berharap tidak ada lagi fitnah, penolakan, dan hujatan antarkelompok masyarakat.
" Jangan saling menolak karena kita ini adalah saudara. Jangan kita saling mendemo, habis energi kita untuk hal yang tidak produktif itu. Kita adalah saudara-saudara sebangsa dan setanah air," ujar dia.
Jokowi menegaskan, meski kebebasan berpendapat dan berserikat diatur oleh undang-undang, sebaiknya masyarkat memanfaatkan itu dalam koridor hukum dan NKRI.
Selain itu, dia memerintahkan Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian, dan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, untuk menindak segala ucapan dan tindakan yang mengganggu persatuan dan kebhinekaan Indonesia.
Usaha Jokowi itu didukung penuh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin. Menurut Ma'ruf, dalam menyampaikan aspirasinya, masyarakat diminta untuk menjaga kesantunan dan keadaban.
" Aspirasi itu hendaknya disampaikan dalam koridor hukum, kesantunan, dan keadaban dengan akhlakul kharimah," kata Ma'ruf.
Ma'ruf rencananya akan memperbanyak dialog kebangsaan di masyarakat. Upaya itu untuk meningkatkan rasa kebangsaan di masyarakat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya