Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial S tampak bermesraan dengan perempuan muda di dalam mobil. Video tersebut viral di media sosial usai diunggah akun Instagram @_thinksmart.id.
Akun tersebut menulis, " Husnuzon saja mungkin anaknya mblo. Jangan patah hati atau patah semangat."
Dalam video tersebut, S yang masih mengenakan pakaian dinas harian (PHD) menyetir mobil. Di samping kemudi S, seorang wanita bersikap manja kepada S.
Wanita itu tersenyum menyanyikan lagu Rindu Melanda Hati.

Video ASN yang diunggah akun Instagram @_thinksmart.id
S merupakan ASN di wilayah Kabupaten Pringsewu, Lampung. S bekerja di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Pringsewu.
Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Pringsewu, Nazri membenarkan S merupakan anak buahnya. Dia mengatakan telah memberi pembinaan terhadap S.
" Ya, sudah kita proses sesuai kepegawaian. Ditanya kepada yang bersangkutan," kata Nazri, dikutip dari Pojoksatu.id, Rabu 27 Februari 2019.
Nazri mengatakan, S mengaku video tersebut diunggah tanpa seizinnya. " Ia juga mengaku menyesali perbuatan tersebut," kata Nazri.
Dream - Nama Cak Lontong seperti semakin melekat sebagai komika spesial instansi pemerintah. Setelah mengocok perut Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, giliran dua menteri baru yang tepringkal karena guyonannya.
Sebetulnya ada dua menteri lain yang hadir dalam acara Refleksi 2017 dan Resolusi 2018 Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Namun Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek telah meninggalkan lokasi acara sebelum Cak Lontong sempat tampil.
Dikutip dari laman Menpan.go.id, Rabu, 24 Januari 2018, pria yang bernama asli Lies Hartono itu memang meminta namanya tak ditulis Cak Lontong dalam susunan acara. Alasannya, dia ingin dikenal sebagai budayawan.
Mengawali lawakannya, Cak Lontong memuji panitia yang berhasil menghadirkan empat Menteri sekaligus dalam acara tersebut. Tetapi bukan Cak Lontong kalau tidak mengeluarkan celetukan khasnya. Dia bertanya engapa hanya 4 Menteri yaitu Menteri Keuangan, Menteri Kesehatan, Menteri Bappenas, dan Menteri PANRB yang diundang.
”Ternyata, kesimpulannya kenapa empat Menteri tersebut yang hadir, karena apabila ASN Sehat secara Keuangan maka yang direncanakan, yaitu pembangunan dapat berjalan dengan lancar,” ucapnya yang membuat Menteri PANRB Asman Abnur dan Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro terpingkal.
Amunisi Cak Lontong untuk mengocok perut tamu ternyata belum habis. Dalam lawakannya, Cak Lontong merasa bangga karena menjadi tamu yang memberikan sambutan setelah diawali sambutan 4 Menteri. Cara yang tak biasa karena pemberi sambutan terakhir biasanya orang yang paling dihormati.
“ Kayaknya baru penampilan saya yang diawali dengan sambutan 4 Menteri. Saya merasa terharu,” celotehnya.
Pria kelahiran 7 Oktober 1970 tersebut juga sempat berguyon soal anggaran Kementerian PANRB yang naik dua kali lipat. Artinya, lanjut Cak Lontong, masih ada satu kali lagi undangan untuknya tampil di kementerian itu.
Jika kamu berpikir lawakannya sudah selesai, sudah pasti kamu salah. Cak Lontong menceritakan pengalaman kocak saat membeli kamus bahasa Inggris.
Cak Lontong mengaku pernah tertipu 3 kali ketika membeli kamus Bahasa Inggris. Saat membeli kamus pertama kali dengan harga yang mahal bertuliskan ‘rahasia menguasai bahasa Inggris’. Namun ketika dibuka, kamus yang dibeli tidak ada tulisan maupun gambar apapun.
Ternyata sang penjual berdalih karena judul kamus tersebut adalah rahasia, sehingga jika kamus tersebut ada tulisan, maka bukan rahasia lagi.
Selanjutnya ia membeli kamus Bahasa Inggris dengan judul Belajar Bahasa Inggris Kilat. Namun setelah dibuka, yang ada hanya tulisan flash. Dia pun mengaku baru tahu kalau Bahasa Inggrisnya kilat adalah flash.
Terakhir, Cak Lontong mengisahkan saat membeli kamus paling mahal dengan judul ‘Lancar Bahasa Inggris dalam 20 Menit’. Benar saja, ia mengaku bisa berbahasa Inggris.
“ Namun situasi tersebut hanya berlangsung selama 20 menit, setelah itu saya kembali tidak bisa Bahasa Inggris,” sergahnya yang disambut hiruk pikuk penonton.
Di sesi akhir, penampilan Cak Lontong takkan lengkap tanpa singkatan-singkatan nyelenehnya. Kali ini, dia mempunyai kepanjangan sendiri dari singkatan PNS, ASN, dan Aparatur.
Singkatan PNS, ujarnya, sebetulnya versi kependekan dari Paling Naik Sedikit (gajinya, red). Sedangkan singkatan ASN dia terjemahkan bukan Aparatur Sipil Negara, melainkan Akan Selalu Naik.
Terakhir singkatan Aparatur, dia jelaskan sebagai singkatan dari Asli Pegawai yang Rajin dan Gampang Diatur (Aparatur). (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya