Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mahluk Air Ini Punya Gigi Mirip Manusia (Foto: Facebook/Maria Julia Candotti)
Dream - Aneh dan menakutkan. Dua kata itulah yang dapat menggambarkan mahluk air yang ditemukan di bagian utara Argentina ini.
Mahluk air yang ditemukan Maria Julia Candotti tersebut memiliki gigi menyerupai manusia. Maria, yang bekerja di sawah dekat San Javier, Santa Fe, mengunggah foto itu ke Facebook.
Maria menyebut, tubuh mahluk air tersebut menyerupai belut, namun berkulit keriput. Sementara, giginya mirip manusia.
" Hewan tampan ini melakukan perjalanan menyusuri sungai untuk ke sawah, kami tidak tahu apa itu, tapi ini yang kedua yang kami temukan," tulis Maria, dikutip dari Geek.com, Rabu 27 Februari 2019.

Mahluk aneh yang ditemukan di Argentina (Foto: Facebook/Maria Julia Candotti)
Para ahli kemudian mengidentifikasi makhluk itu dari foto. Mahluk air tersebut disebut sebagai ikan lungfish Amerika Selatan (bernama latin epidosiren paradoxa). Mahluk ini hidup terutama di lembah sungai Amazon.
Menurut Laman Zoology's Animal Diversity dari University of Michigan, ikan lungfish Amerika Selatan memiliki tubuh yang panjang dan ramping, mirip dengan salamander, dan dapat tumbuh hingga 125 sentimeter.
Para ilmuwan mengatakan lungifsh memiliki lempeng gigi sebagai ganti gigi tunggal untuk memanipulasi dan mengunyah makanan, yang meliputi ikan bertulang, udang, kerang, dan siput.
Ikan ini biasanya tinggal sangat dekat dengan permukaan air. Saat kekeringan, mereka dapat menggali lumpur hingga kedalaman 50 centimeter untuk menghindari kekeringan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya