Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Ruang Operasi. (Foto: Shutterstock)
Dream - Wanita mana yang tidak ingin menjadi ibu bagi anak-anak yang dikandungnya.
Tapi, memang pada kenyataannya, ada sebagian wanita yang tidak mau mengandung.
Alasan mereka pun bermacam-macam. Mulai dari ekonomi, kesehatan, hingga sosial.
Namun apa yang dilakukan wanita dari China ini sungguh keterlaluan.
Karena sering melakukan aborsi karena hamil di luar nikah, wanita bernama Ju itu didiagnosis tak akan bisa hamil lagi.
Kondisi itu terjadi setelah dia melakukan aborsi sebanyak 17 kali hasil berhubungan intim di luar nikah.
Perbuatan keji tersebut sudah dilakukan Ju dalam enam tahun terakhir ini.
Dokter mendiagnosis Ju tidak akan bisa hamil lagi setelah dia melakukan aborsi yang ke-17 kali dalam 6 tahun terakhir.
Menurut dokter, proses aborsi berulang kali dalam jangka pendek menyebabkan rahimnya rusak parah.
Selain itu, rahimnya juga menjadi lebih tipis dan kasar seperti selembar kertas.
Ju dilaporkan menjalin hubungan dengan kekasihnya selama 6 tahun dan sering berhubungan intim tanpa pakai pelindung.
Kepada dokter, Ju mengungkapkan alasan dia melakukan aborsi hingga 17 kali. Selain masalah ekonomi yang masih belum siap, Ju juga belum mau punya anak.
Ju juga memikirkan sistem kependudukan China yang tidak memberikan tunjangan dan KTP bagi bayi yang lahir di luar nikah.
Dokter yang memeriksanya sebelum ini telah memperingatkan Ju untuk mempertahankan bayi yang ada di dalam kandungannya.
Karena, jika tetap menjalankan aborsi, Ju akan menghadapi risiko tidak bisa hamil lagi selamanya.
Namun rupanya Ju tetap bersikeras untuk melakukan aborsi meski kehamilannya itu akan menjadi yang terakhir baginya.
Sumber: Siakapkeli.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya