Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sabariah Hussein, Wanita Yang Mendedikan Hidup Untuk Menderma (Foto: OhBulan.com)
Dream - Untuk menjadi dermawan, kita tidak perlu harus punya segalanya untuk membantu orang lain.
Meski kekurangan harta atau memiliki tenaga terbatas, bantuan yang diberikan pasti bisa meringankan beban mereka yang membutuhkan.
Hal itulah yang selalu dijadikan prinsip oleh wanita Malaysia bernama Sabariah Hussein yang memasak untuk para tunawisma di Kanada.
Masak Untuk Masjid dan Gereja
Wanita 70 tahun yang lebih dikenal dengan panggilan Sister Sabria itu pernah viral di media sosial sebelumnya karena dedikasinya yang luar biasa di Montreal, Kanada.
Sister Sabria yang kelahiran Johor ini telah memasak untuk orang miskin dan tunawisma di delapan masjid dan dua gereja di sana selama tiga dekade.
Dia mengatakan bahwa kegiatan amalnya itu dimulai dengan membuat dan membagikan kue pastel. Namun karena banyak yang membutuhkan, usaha amal Sister Sabria semakin berkembang.
" Saya memulai pekerjaan amal sejak bermigrasi ke Kanada dengan membagikan kue pastel. Awalnya hanya sejumlah kecil masjid yang dekat dengan tempat tinggal saya," kenang Sister Sabria.
Namun, langkah kecil itu akhirnya membuka matanya untuk memperluas pekerjaan amal saat melihat banyak orang yang membutuhkan pertolongannya.
© Sabariah Hussein saat menyiapkan hidangan (Foto: OhBulan.com)
Dream - Sister Sabria mengatakan bahwa dia pernah 'tidur' tiga hari berturut-turut saat membantu korban tsunami di Indonesia.
Saat itu, dia menyuruh suaminya untuk tidak membangunkannya karena ingin beristirahat. Menurut permintaannya, suaminya membiarkan Sister Sabria 'tertidur' selama tiga hari.
" Saya bertanya, kenapa tidak membangunkan saya untuk sholat, bukan untuk makan tapi sholat saja," katanya.
Ternyata, waktu itu dia sebenarnya diserang stroke ringan. Itu diketahui setelah dia diserang untuk kedua kalinya setahun kemudian saat dokter menemukan ada gumpalan darah di otaknya.
© Sabariah Hussein tak pernah mengharap pujian (Ohbulan)
Selain memasak untuk yang membutuhkan, Sister Sabria juga mengelola tempat penampungan wanita bernama Our Second Home (Rumah Kedua Kita) di rumahnya sendiri.
Pekerjaan amalnya itu dilakukan tanpa meminta balasan atau mendapat pujian. Tapi ada alasan kuat mengapa dia melakukannya.
" Apa yang saya lakukan ini semua karena Allah. Saya tidak pernah berniat untuk mendapatkan pujian. Saya ingin berbuat baik dan beramal. Tidak mencari nama atau menjadi terkenal," katanya.
Selain itu, Sister Sabria ingin orang lain mengenal bahwa kaum Muslim adalah orang baik dan banyak memberi kontribusi kepada masyarakat.
(Sah/Sumber: OhBulan.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya