Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ketum MUI, KH Ma'ruf Amin (Foto: Istimewa)
Dream - Ketua nonaktif Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin mengatakan, Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi Islam yang bertugas menjaga agama dan negara. Di awal pendiriannya, NU dibuat untuk mengantisipasi berkembangnya paham dari luar.
"NU didirikan untuk mengantisipasi berkembangnya paham wahabi yang ketika itu berpusat di Saudi Arabia. Ulama kita utus Komite Hijaz supaya bekas (peninggalan) Rasulullah dan sahabat tidak dihancurkan oleh pemerintah Arab," ujar Ma'ruf di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin, 28 Januari 2019.
Menurut Ma'ruf, setelah kembali dari Arab Saudi Komite Hijaz berubah namanya menjadi NU. Harapannya, sebagai penangkal gerakan wahabi masuk ke Indonesia.
Selain itu, Ma'ruf juga menyampaikan bahwa NU merupakan organisasi keagamaan yang memiliki pengaruh besar di Tanah Air.
"Kalau soal pengaruh saya kira satu-satunya organisasi yang paling ditakuti adalah NU. Yang lain hanya puluhan ribu, ratusan ribu, kalau NU kan jutaan, jangankan teriak, dehem saja orang gemetar semua," ucap dia.
Calon wakil presiden nomor urut 01 ini juga mengatakan, NU tidak hanya berjuang mengusir para penjajah. Tapi, juga mengamankan saat para penjajah itu datang kembali.
"Sekarang ini bukan tidak ada ancaman, ada separatisme yang ingin pisahkan diri, ada juga radikalisme. Padahal negara sudah sepakat bagi kita NKRI harga mati," ucap dia.(Sah)
Dream - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, menegaskan tidak akan menarik pernyataannya yang menyebut bahwa imam, khotib, hingga Menteri Agama, selain NU salah semua.
"Enggak usah ditarik, masing-masing punya alasan, gitu saja. Saya punya pendapat, mereka punya pendapat," ujar Said saat dihubungi Dream, Senin 28 Januari 2019.
Said Aqil mengatakan, jika ada yang tersinggung dengan pernyataannya, itu merupakan hal biasa. "Kalau itu menyinggung mereka, silakan mereka mengeluarkan pernyataan," ucap dia.
Menurut dia, orang-orang yang berasal dari pesantren NU paham mengenai hukum tajwid, rukun sholat, rukun khotbah. Sehingga dalam pelaksanaannya tidak menyimpang dari apa yang telah diajarkan.
"Khotbah enggak boleh panjang tapi (bacaan) sholat boleh, khotbah itu yang penting memenuhi syarat rukun khotbah. Di sini khotbah panjang lebar, caci maki orang, politik lah, enggak sah itu kalau di kitab kuning," ucap dia.
Dia menegaskan, NU sama sekali tidak menginginkan jabatan strategis di pemerintahan. Menutur dia, apa yang disampaikan itu demi menyelamatkan agama.
"Bukan kemaruk jabatan. Ingin menyelamatkan agama yang benar lah. Membangun agama yang benar," kata dia.
Sebelumnya, Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, meminta Said Aqil menarik kembali pernyataannya itu.
"Untuk itu saya meminta Said Aqil Siradj untuk menarik ucapannya, agar negeri ini tidak rusuh karena ucapannya tersebut jelas-jelas sangat mengancam persatuan dan kesatuan umat," ujar Anwar.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
