Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Twitter @JanFredrikD)
Dream - Sebuah video singkat keganasan alam terekam dalam sebuah unggahan seorang netizen di Norwegia. Dalam video berdurasi 3 menit itu terlihat tanah longsor menyeret delapan rumah ke laut di Alta, Norwegia pada Rabu, 3 Juni 2020.
Pemilik video bernama Jan Fredrik Drablos mengabadikan momen mengerikan tersebut dan mengunggahnya di laman Twitter. Bencana yang terjadi sekitar pukul 15.45 waktu setempat itu diunggah ke akun Twitter @JanFredikD.
" Baru saja terjadi di Alta, Norwegia: Longsor besar menyeret beberapa rumah ke dalam laut," tulis Jan Fredrik lewat cuitannya.
Dilansir dari Forbes, sebagian besar bangunan yang terseret ke laut merupakan rumah liburan yang sedang tidak dihuni. Rumah-rumah ini biasanya ramai didatangi penduduk ketika akhir pekan dan musim liburan.
Polisi mengonfirmasi tidak ada korban jiwa maupun luka dari kejadian itu. Seekor anjing berjenis Norwegian Elkhound juga berhasil diselamatkan oleh penduduk setempat usai terseret ke laut.

Berdasarkan laporan media lokal, sejumlah longsor kecil sempat terjadi di beberapa jam sebelumnya. Direktorat Sumber Daya Air dan Energi Norwegia (NVE) kini tengah memonitor keadaan.
Insinyur Distrik NVE, Anders Bjordal memperingatkan ada kemungkinan terjadi kejadian serupa dalam beberapa hari ke depan.
Sumber: Forbes
Just now in Alta, Norway: Huge mudslide dragging several houses into the sea. pic.twitter.com/xR4t5zLI7m
— Jan Fredrik Drabløs (@JanFredrikD)June 3, 2020
Dream - Hujan deras yang melanda kawasan Bandung, Jawa Barat menyebabkan puluhan makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikutra rusak. Beberapa jasad di dalam makam bahkan dikabarkan hanyut terbawa air.
Entus, ketua RW 2 Kelurahan Neglasari, Kecamatan Cibeunying Kaler mengatakan, kejadian longsor itu diduga terjadi sekitar pukul 22.30 WIB, Jumat 1 Mei 2020.
" Longsornya terjadi di dua titik, di Blok E sama Blok F (TPU Cikutra)," kata Entus di lokasi, Sabtu
Bantar sungai dengan tinggi sekitar 20 meter itu longsor bersama dengan sejumlah batu nisan yang ikut longsor. Material longsoran tersebut jatuh ke Sungai Cidurian, seperti dikutip Dream dari Liputan6.com
Sejumlah warga sekitar areal TPU hanya bisa menyaksikan sisa-sisa makam yang longsor tersebut. Bahkan berdasarkan kabar yang beredar, beberapa jenazah dari pemakaman itu ada yang ikut hanyut ke sungai.
Dihubungi terpisah, Sementara itu, Kepala UPT wilayah 3 Dinas Penataan Ruang Kota Bandung, Sumpena mengatakan hingga kini tercatat ada 29 makam yang rusak dan 14 di antaranya mengalami rusak berat.
" Ada yang masih dicari (jenazahnya). Yang sudah ditemukan ada tiga." ujarnya.
Sumpena menambahkan pihaknya harus memindahkan sekitar 15 makam karena kondisinya sudah mengkhawatirkan. " Harus segera kita antisipasi," kata dia.
Dream - Sebuah pesan berantai di aplikasi WhatsApp beredar cepat. Pesan tersebut berisi informasi longsor di daerah Kampung Markan Rawa Roko, Kelurahan Bojong Rawa Lumbu, Rawa Lumbu, Kota Bekasi.
Lurah Bojong Rawalumbu, Budian mengatakan, longsor tersebut terjadi pada 2 Januari 2020 lalu dan menghancurkan pagar pembatas antara Perumahan Kemang Pratama dan perkampungan warga.
" Itu kejadian yang tahun baru hujan deras itu. Saya sudah survei juga ke lokasi juga," kata Budian saat dihubungi Dream, Jumat, 7 Februari 2020.
Budian mengaku, sudah mengirim mengirimkan dokumentasi dan nota dinas ke Camat Rawalumbu untuk ditindaklanjuti ke Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi.

Korban longsor di Kemang Pratama, Kota Bekasi (Foto: Istimewa)
Meski demikian, kata dia, rumah yang berada di atas longsoran tersebut masih dalam kondisi aman. Hanya saja, warga khawatir kalau hujan deras akan terjadi longsor yang lebih parah.
" Kalau rumah-rumah yang rusak nggak ada. Hanya tembok longsor, yang penting agar segera diperbaiki agar tidak sampai longsor kembali. Karena di atas itu kan ada rumah," kata dia.
Menurutnya, tim DBMSDA juga sudah datang ke lokasi untuk survei. Budian mengatakan, ada beberapa rumah yang berada di dekat lokasi longsor.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya