Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Kepala Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika, Dwikorita Karnawati, mengungkapkan penyebab terjadi gempa Larantuka, NTT, dengan magnitudo 7,4. Menurut dia, gempa dipicu geseran yang terjadi pada sesar di Laut Flores.
" Jenis gempa bumi dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar atau patahan aktif di Laut Flores," ujar Dwikorita, dikutip dari Merdeka.com.
Dwikorita juga mengungkapkan pusat gempa berada di 112 kilometer arah barat daya Larantuka. Sedangkan kedalamannya 10 Km, bukan 12 Km.
Karena sifat gempa yang tergolong dangkal, getarannya dirasakan hingga sejumlah daerah. Meliputi Ruteng, Labuan Bajo, Larantuka, Maumere, hingga Lembata dengan skala III-IV MMI.
" Juga dirasakan di Tambolaka, Waikabubak, Waingapu dengan kekuatan guncangan intensitas III skala MMI, yaitu getaran nyata di dalam rumah terasa seperti getaran truk yang berlalu," kata dia.
Selanjutnya, Dwikorita mencabut Peringatan Dini Tsunami yang sudah dikeluarkan sebelumnya. Menurut dia, tidak terdeteksi adanya kenaikan muka air laut dalam dua jam setelah peringatan dini dikeluarkan pada pukul 11.20 WITA.
" Gempa bumi tadi kejadiannya pukul 11.20 WITA dan sekarang sudah dua jam, setelah dua jam kejadian 13.20 dan tidak terdeteksi adanya kemaikan muka air laut lagi, maka peringatan dini tsunami dinyatakan telah berakhir," kata dia.
Lebih lanjut, Dwikorita mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat adanya potensi gempa susulan. Dia meminta pemerintah daerah menyampaikan informasi tersebut.
" Kami mohon pemerintah daerah bisa menyampaikan ke masyarakat bahwa sudah berakhir (peringatan tsunami)," ucap dia, dikutip dari Merdeka.com.
Dream - BKMG mengumumkan telah terdeteksi tsunami dengan ketinggian sangat rendah di perairan utara NTT. Gelombang air terdeteksi di Marapokot dan Reo di waktu yang hanya berselang tiga menit.
" Tsunami akibat Gmp Mag:7.4SR, telah terdeteksi di MARAPOKOT(10:36WIB) 0,07m REO(10:39WIB) 0,07m," demikian pengumuman BKMG.
#Pemutakhiran,Tsunami akibat Gmp Mag:7.4SR, telah terdeteksi di MARAPOKOT(10:36WIB)0.07m REO(10:39WIB)0.07m,#BMKG pic.twitter.com/0m2cbLCBZj
— BMKG (@infoBMKG)December 14, 2021
Ini merupakan data terkini usai pemutakhiran oleh BMKG. Tsunami muncul dipicu gempa dengan magnitudo 7,5 yang dimutakhirkan menjadi 7,4 pada pukul 10.20 WIB.
Di Marapokot, gelombang tsunami kecil terdeteksi pada pukul 10.36 WIB dan di Reo pada 10.39 WIB. Ketinggian gelombang tertangkap alat pendeteksi sekitar 0,07 meter atau sekitar 7 cm.
Sebelumnya, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami seiring dengan gempa 7,5 M di 113 Kilometer barat laut Larantuka. Peringatan dini tsunami sempat dicabut seiring pemutakhiran data kekuatan gempa.
Dream - Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami menyusul terdeteksinya gempa dengan magnitudo 7,5 di perairan utara Nusa Tenggara Timur.
Dalam pemutakhiran data pukul 10.41, BMKG mencatat gempa yang terjadi berkekuatan magnitudo 5,6 dengan kedalaman 10 Km.

#Gempa Mag:5.6, 14-Des-21 10:41:56 WIB, Lok:7.81 LS,122.34 BT (89 km BaratLaut LARANTUKA-NTT), Kedlmn:10 Km, tdk berpotensi tsunami #BMKG pic.twitter.com/kt2WolJ0b5
— BMKG (@infoBMKG)December 14, 2021
Sebelumnya saat gempa pertama kali terjadi, BMKG sempat mencatat gempa berkekuatan cukup besar yaitu 7,4 dengan potensi adanya peringatan dini tsunami.
" Peringatan Dini Tsunami di SULSEL, NTT, SULTRA, NTB, MALUKU, Gempa Mag:7.5, 14-Dec-21 10:20:22WIB," tulis BMKG di akun Twitternya.
Titik gempa berada di jarak 112 Kilometer Barat Laut Larantuka, NTT. Sementara kedalamannya 12 Km.
" Ikuti arahan peringatan dini Tsunami dari BPBD, BNPN, dan BMKG," demikian pernyataan BMKG.
Peringatan Dini #Tsunami untuk wilayah: MALUKU, NTB, NTT, SULSEL, SULTRA, #Gempa Magnitudo: 7.5, 14-Des-21 10:20:22 WIB, Lokasi: 7.59 LS, 122.26 BT (112 km BaratLaut LARANTUKA-NTT), Kedalaman: 12 Km #BMKG https://t.co/foNXUMzNoI
— BMKG (@infoBMKG)December 14, 2021
Dalam pemutakhiran data terbarunya pukul 10.20 WIB BMKG melaporkan kedalaman gempa dikoreksi menjadi 10 Km dengan kekuatan magnitudo 7,4 .
Namun peringatan dini tsunami masih belum dicabut.
BMKG Juga mengeluarkan daftar daerah-daerah yang berpotensi terkena tsunami dari gempa tersebut.
Hasil permodelan menunjukan tsunami bisa melanda empat daerah di Indonesia yaitu Flores- Timir Bagian Utara (NTT), Pula Sikka (NTT), Sikka Bagian Utara (NTT), dan Pulau Lembata (NTT). Status peringatan untuk keempat daerah tersebut ditetapkan sebagai waspada.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya