Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Liputan6.com)
Dream - Black Box Lion Air JT610 berhasil ditemukan dan diangkat ke Kapal Baruna Jaya I, Kamis 1 November 2018.
Dikutip dari tayangan Breaking News TVone, black box ditemukan di lokasi berjarak 400 meter dari lokasi terakhir hilangnya Lion Air JT 610 di kedalaman 30 meter.
Black box Lion Air JT 610 itu temukan oleh penyelam TNI AL, Sertu Hendra dan dibawa ke KM Baruna Jaya 01 pada pukul 10.00 WIB.
Saat ini, back box sudah berada di KM Baruna Jaya 01. Black box itu berwarna orange dan dalam kondisi baik.
Sebelumnya, Rabu kemarin, koordinator sinyal black box tertangkap transponder USBL berada pada koordinat S 05 48 48.051 - E 107 07 37.622 dan koordinat S 05 48 46.545 - E 107 07 38.393.
Pencarian black box dilakukan dengan menurunkan ROV dari Kapal Riset ROV pada pagi tadi sudah menangkap gambar serpihan pesawat dan kain syal milik penumpang di dasar laut.
Pencarian black box ini sempat terkendala dengan arus kencang di bawah laut. (ism)
Dream - Proses evakuasi korban pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Tanjung Karawang hingga kini masih terus berlanjut.
Tragedi kecelakaan pesawat dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang itu tentu menorehkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga tapi juga kepada kerabat korban.
Belum lama ini seorang kerabat salah satu penumpang Lion Air JT 610 bernama Hizkia Jorry Saroinsong atau yang kerap disapa Jorry, membagikan sebuah foto yang menunjukkan suasana sesaat sebelum pesawat tersebut lepas landas Senin (28/10/2018) pagi.
“ Jorry, teman seangkatan saya, FISIP 2013 ada di pesawat Lion #JT610 pagi ini. Ini suasana persis sebelum dia naik pesawat. Sampai siang tadi saya dan teman-teman sekampus masih berharap Jorry selamat, tetapi baru saja diumumkan prediksi @SAR_NASIONAL tidak ada yang selamat,” tulis akun @Cittairlanie., seperti dilansir Liputan6.com.
Cania Lolipop@CittairlanieJorry, teman seangkatan saya, FISIP 2013 ada di pesawat Lion #JT610 pagi ini. Ini suasana persis sebelum dia naik pesawat. Sampai siang tadi saya dan teman-teman sekampus masih berharap Jorry selamat, tetapi baru saja diumumkan prediksi @SAR_NASIONAL tidak ada yang selamat...
Nyatanya Jorry sempat mengabadikan momen tersebut melalui akun Instagram-nya dengan nama @ezjosa. Pada foto itu terlihat suasana ketika para penumpang sedang mengantre untuk masuk ke dalam kabin pesawat.

Dalam keterangan foto tertulis “ telat bangun mba?” hal ini nampaknya merujuk kepada dua pramugari yang turut serta dalam antrean tersebut. (ism, sumber: Liputan6.com)
Dream - Nurrochmah tak pernah menyangka pertemuannya dengan tiga orang rekan kerjanya di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang akan menjadi yang terakhir kalinya. Nama Ari Budiastuti, Hesti Nuraini, dan I Gusti Ayu Ngurah Metta Kurnia tercatat dalam manifes penumpang Lion Ait JT610 yang jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat, Senin, 29 Oktober 2019.
Mereka adalah tiga dari 12 orang pegawai pajak yang turut menjadi korban dalam kecelakaan Lion Air JT610 dengan rute Jakarta-Pangkalpinang di pagi sekitar pukul 06.33 WIB. .
Pertemuan terakhir itu terjadi kala Nurrochmah ingin bertolak ke Batam. Di instansi pengelola keuangan negara itu Nurrochmah menjabat sebagai kepala seksi penagihan di KPP Batam Selatan.
Mengutip laman pajak.go.id, Nurrochmah bertemu dengan ketiga rekan kerjanya itu di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten. Sesampainya di Bandara, dia bergegas menuju Terminal 1 B.
" Di sana saya bertemu Ibu Ari Budiastuti (Kepala Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan KPP Pratama Pangkalpinang) yang baru dua kali ini bertemu. Dia menyapa saya. Kita mengobrol sebentar," kata Nurrochmah.
Tak lama berselang, dia berjumpa dengan teman Ari, Hesti Nuraini. Usai berjabat tangan Nurrochmah memohon pamit. Waktu subuh sudah tiba. Dia ingin menunaikan ibadah terlebih dahulu.
Usai sholat, Nurrochmah melihat sosok perempuan yang dikenalinya. Dugaannya tepat. Wanita itu adalah I Gusti Ayu Ngurah Metta Kurnia. Kepala Subbagian Umum dan Kepatuhan Internal KPP Pratama Pangkalpinang itu biasa disapa Metta.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya