Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
(Sumber Foto: Maulana Kautsar/Dream)
Dream - Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri menetapkan satu organ tubuh korban Lion Air JT610. Organ tersebut milik Jannatun Cintya Dewi, warga Sidoarjo yang melakukan perjalanan dinas ke Pangkalpinang, Bangka Belitung.
Kapus Inafis Bareskrim Polri, Brigjen Pol Hudi Suryanto, mengatakan kepastian identitas Jannatun berdasar identitas lima jari di tangan kanannya. Dari sidik jari ini polisi menelusuri kecocokan sidik jari yang ada di database e-KTP.
" Kami memiliki peralatan yang terhubung data tunggal e-ktp," ujar Hudi, di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu 31 Oktober 2018.
Untuk memastikan keakuratan, kata Hudi, tim Inafis Mabes Polri membandingkan sidik jari jenazah. Tim Inafis tertolong dengan masih baiknya sidik jari telunjuk dan jari kelingking.
" Korban ini memiliki 13 titik persamaan. Dapat kami yakini identitas yang bersangkutan. Dan identik sidik jari yang ada di mayat dan sesuai e-KTP," kata dia.
Sebagai data pembanding, pihak keluarga Jannatun juga menyerahkan foto ijazah dan foto saat korban selfie. Tapi, kata Hudi, sidik jari yang terlihat di foto ijazah Jannatun tak dapat dicocokan karena menggunakan tangan kiri.
Sementara itu, Kapusdokkes Polri, Brigjen Pol Arthur Tampi, mengatakan jenazah Jannatun akan diserahkan ke keluarga dini hari ini. " Pihak maskapai akan mengurus kepulangan jenazah," kata Arthur.
© Dream
Dalam proses serah terima jenazah, Kepala RS Polri, Kombes Pol Musyafak mengatakan turut berbela sungkawa. Dia juga menyerahkan surat-surat untuk keperluan pemakaman Jannatun.
Rencananya, kata Musyafak, jenazah Jannatun akan diterbangkan ke Sidoarjo pada Kamis, 1 November 2018, pukul 05.00 WIB.
" Karena keberangkatan masih esok hari, jenazah disemayamkan ke sini. Jam 02.00 WIB akan diantar ke bandara," ujar Musyafak.
Dalam proses serah terima jenazah itu, Bambang Supriyadi, ayah Jannatun turut hadir. Dia tak dapat menahan air mata saat mendapat surat-surat dari perwakilan Lion Air.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang