Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Buaya Di Riau Mengganas Lagi, Bocah Tujuh Tahun Diterkam. (Liputan6.com/M Syukur)
Dream - Kisah tragis dialami oleh bocah laki-laki berusia 7 tahun, Rahmad Andika Saputra. Ia harus kehilangan nyawa saat terjadi banjir di daerahnya di di Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.
Kisah pilu itu bermula dari meluapnya sungai yang ada di Desa Sontang. Sungai itu dikenal dihuni oleh buaya. Saat banjir, buaya naik ke daratan untuk mencari makan.
Ketika itu, korban sedang berada di teras rumahnya yang berbentuk panggung. Teras itu juga tergenang air banjir.
Nahas, dalam waktu bersamaan ada buaya lapar yang langsung menyeret putra dari Darman itu.
" Korban sempat hilang beberapa jam hingga akhirnya ditemukan tak bernyawa," kata Kapolres Rokan Hulu, Ajun Komisaris Besar Hasyim Risahondua dikutip dari laman Liputan6.com, Jumat 16 November 2018.
Hasyim menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 9 pagi. Ketika itu, korban meminta izin mandi di teras depan rumah. Ibu korban pun mengizinkan sambil memantau buah hatinya itu.
Korban pun mulai masuk ke air, selang beberapa saat, muncul gelombang seolah ada sesuatu datang dari bawah air. Rupanya, gelombang itu berasal dari buaya yang siap memburu anaknya.
" Ibu korban lalu berteriak minta tolong ke suaminya. Pencarian dibantu warga tapi korban tak ditemukan," ucap dia.
Orangtua korban bersama warga langsung mencari korban yang diseret buaya. Hasyim berujar, berdasarkan kesaksian warga yang melihat, buaya itu memiliki panjang sekitar dua meter.
Sekitar pukul 1 siang, korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dengan jarak 20 meter dari lokasi pertama hilang.
" Korban mengalami luka parah diduga akibat terkaman buaya. Korban sempat divisum, tapi keluarganya menolak dilakukan autopsi," kata Hasyim.
Hasyim mengimbau kepada seluruh orangtua agar melarang anaknya mandi di depan rumah. Karena, ketika banjir datang banyak buaya yang naik ke darat.
(Sumber: Liputan6.com/M Syukur)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya