Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Bocah SD Di China Berusia 10 Tahun Yang Tewas Karena Dipukuli Gurunya (Foto: SCTV/Newsflash/via Daily Star)
Dream – Bocah SD berusia 10 tahun secara tragis meninggal dunia karena dipukuli gurunya akibat tidak bisa menjawab soal matematika.
Bocah perempuan tersebut meninggal dunia di Kota Guangyuan, China Tengah. Menurut laporan laman Daily Star, bocah SD itu dipukuli dan diperintahkan berlutut selama empat menit. Diduga ia dipukuli oleh gurunya karena tidak bisa menjawab dua soal matematika dengan benar.
Bocah SD yang tewas itu diidentifikasi dengan nama keluarganya Zhang, merupakan salah satu murid di Sekolah Dasar di Kota Guangyuan.

Zhang menerima hukuman fisik dari gurunya yang diidentifikasi dengan nama keluarganya Wang pada 10 September 2020 lalu berdasarkan kutipan dari Kantor Berita Xinhua.
Ia dipukuli di bagian telapak tangannya sebanyak empat kali, kemudian diperintahkan berlutut selama empat menit, seperti laporan China Daily.
Tak lama setelah itu, Zhang merasa pusing lalu oleh nenek dan gurunya Zhang di bawa ke rumah sakit. Pada hari yang sama, Zhang dinyatakan meninggal dunia pada pukul 15.30 waktu setempat.
Menurut laporan lain, telinga Zhang ditarik dan kepalanya juga dipukuli. Namun dokter tidak menemukan luka di bagian tubuh Zhang.
Pemerintah Kabupaten Cangxi telah membentuk gugus tugas untuk menangani kasus tersebut. Guru yang mengajar Zhang pun di skors dari pekerjaannya sekaligus kepala sekolahnya.

Nenek Zhang mengatakan cucunya tersebut mempunyai saudara kembar di kelas yang sama. Ia mengatakan Zhang hampir pingsan setelah dipukuli.
Sang nenek juga menyebutkan bahwa Zhang sangat takut dengan guru matematikanya itu karena sering memberikan hukuman fisik kepada para murid.
Sementara itu di China tidak ada hukum yang menjatuhkan pidana kepada pelaku hukuman fisik. Sementara Kementerian Pendidikan dan Departemen Lokal hanya bisa memberikan arahan.
Tahun lalu pejabat di Provinsi Guandong Selatan mempertimbangkan untuk melegalkan hukuman yang fisik di sekolah yang biasa digunakan.
Hukuman fisik ini bisa berupa berdiri di depan kelas atau lari-lari kecil sebagai hukuman atas perilaku murid yang membuat onar, berisik, mencontek PR, mendorong temannya, dan melempar benda keras ke benda maupun temannya di sekolah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya