Miris, Jenazah di Deli Serdang Ditinggal Ambulans di Jalan

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 22 September 2020 10:00
Miris, Jenazah di Deli Serdang Ditinggal Ambulans di Jalan
Kejadian kasus Covid-19 tanggung jawab semua pihak.

Dream - Sebuah peti mati berwarna cokelat teronggok di jalan. Peti mati itu berisi jenazah perempuan berinisial S, 62 tahun. Ia adalah pasien propable Covid-19 di Percut Sei Tuan, Deli Serdang.

S meninggal dunia setelah sempat dirawat di RSU Madani, Jalan AR Hakim Medan, Minggu 21 September 2020, dengan status pasien propable. Pasien dengan gejala sedang hingga berat Covid-19, namun belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan S terpapar Covid-19.

Jenazah itu dibawa menggunakan ambulans dan dikawal petugas kepolisian. Jenazah hendak dibawa ke taman permakaman umum (TPU) Kenari, Jalan Garuda Ujung, Perumnas Mandala sekitar pukul 22.00 WIB. Namun, peti mati itu ditinggalkan di jalan, di depan gerbang kuburan. Petugas bersama ambulans yang membawanya pergi dari lokasi.

" Bukan kena Covid ini. Kejam kali orang itu. Bukan binatang ini Pak. Ini manusia, bukan binatang. Diturunkannya dari ambulans, nggak manusiawi ini,” teriak Rina Daulay, salah seorang anggota keluarga.

1 dari 5 halaman

Setelah kejadian itu, keluarga akhirnya sepakat membawa jenazah pulang ke rumah duka di Jalan Perkutut Raya. Mereka menggunakan truk dengan bak terbuka.

Tak lama kemudian, keluarga kembali membawa jenazah menggunakan truk yang sama.

Proses pemakaman pun dilakukan sekitar pukul 24.00 WIB. Ada beberapa petugas menggunakan alat pelindung diri (APD). Proses pemakaman dilakukan seperti biasa. Tidak ada jaga jarak.

Proses Pemakaman© Merdeka.com

2 dari 5 halaman

Penjelasan Satgas Covid-19 Kota Medan

Terkait kejadian ini, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan, mengatakan, pihak rumah sakit sudah bertindak benar.

" Sebenarnya, tidak ada masalah. Pasien yang bersangkutan itu probable sedang menuju gejala berat. Keluarga sudah menandatangani bersedia ditangani secara Covid-19. Artinya kalau sudah menandatangani, kita siap untuk risiko seburuk apapun," kata Mardohar.

Menurut dia, pihak rumah sakit hanya bertanggung jawab hingga pemulasaran jenazah. Selanjutnya menjadi tugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Deli Serdang, karena pasien merupakan warga Deli Serdang.

3 dari 5 halaman

Dia menceritakan, selesai pemulasaran, jenazah dimasukkan ke dalam peti dan dilapisi plastik. Mardohar melanjutkan, keluarga mengaku sudah koordinasi bahwa Gugus Tugas dari Deli Serdang sudah bersiap di lokasi pemakaman.

" Masalahnya banyak dengan Deli Serdang ini. Mereka tidak punya tempat pemakaman umum. Terus, petugas sudah dihubungi pihak keluarga katanya ke pihak rumah sakit, karena rumah sakit sebatas pemulasaran. Tidak ikut penguburan," papar Mardohar.

Dia menilai, pihak rumah sakit sudah cukup baik mengantarkan jenazah ke TPU Kenari. Namun, saat sampai di area pemakaman, petugas dari Deli Serdang ternyata tidak ada.

" Ini keterangan dari Direktur RS Madani. Ternyata tidak ada (Gugus Deli Serdang)," sambungnya.

Jenazah di Rumah Duka© Merdeka.com

Sementara di depan pemakaman sudah ramai keluarga. Mereka juga sempat protes saat di IGD RSU Madani. Kejadian itu bahkan beredar luas di media sosial.

" Sampai di perkuburan, peti itu mau dibawa ke rumah keluarga, mau di bawa ke sana. Dipaksa itu petugas yang dari Medan, sambil mereka membuka wrapping itu. Petugas tidak berani ngomong dong, karena ramai dari pihak keluarga, daripada dibacok. Habis itu, petugas disuruh pulang. Bukan ditinggal (peti) itu. Bukan ditinggal," jelas Mardohar berdasarkan keterangan pihak rumah sakit.

 

 

4 dari 5 halaman

Menurutnya, petugas dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Deli Serdang seharusnya sudah bersiap di lokasi untuk menyambut jenazah.

" SOP-nya, gugus tugas setelah dihubungi pihak keluarga koordinasi dong dengan gugus tugas Kota Medan, atau gugus provinsi. Kan mereka nggak punya perkuburan khusus," sambungnya.

Kota Medan memang memiliki pemakaman khusus Covid-19 di kawasan Simalingkar B. Sejak beberapa waktu lalu, hanya warga yang ber-KTP Kota Medan yang boleh dimakamkan di sana, karena keterbatasan tempat. Jika warga dari luar Kota Medan ingin dimakamkan di sana, ada aturan yang harus diikuti.

Kota Medan berada di tengah Deli Serdang. Namun sebagian wilayah Deli Serdang juga dikelilingi wilayah Medan, termasuk Perumnas Mandala.

 

 

 

5 dari 5 halaman

Penjelasan Satgas Covid-19 Deli Serdang

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Deli Serdang, yang juga Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Deli Serdang dr Ade Budi Krista membantah informasi bahwa personel mereka tidak ada di lokasi pemakaman.

" Yang saya tahu yang mengantar RS Madani, bukan Gugus Tugas Medan, tapi di jalan dicegat warga dan diturunkan di depan kompleks pemakaman. Gugus tugas ada di dalam. Jenazah dibawa oleh keluarga ke rumah. Oleh Gugus Tugas Deli Serdang dijemput ke rumah dan akhirnya dikuburkan jam 12 malam," jelasnya.

Menurutnya, kejadian kasus Covid-19 tanggung jawab semua pihak.

" Warga berulang kali melakukan ini, merebut jenazah, dam seterusnya. Mungkin penegakan hukum harus lebih tegas. Masyarakat jangan melakukan hal-hal seperti ini," ucapnya.

Kejadian di TPU Kenari ini menunjukkan buruknya penanganan Covid-19 di Sumut. Ini bahkan terjadi antara dua daerah yang menjadi pusat penyebaran virus corona, yakni Medan dan Deli Serdang.

Sumber: merdeka.com

Beri Komentar