Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Wapres Ma'ruf Amin
Dream - Ajaran Islam selalu mampu menyesuaikan pada konteks zaman yang berlaku. Sejak dulu hingga saat ini, relevansi ajaran Islam tidak pernah hilang.
Hal ini muncul berkat sumbangsih pemikiran para ulama yang dituangkan lewat kitab turats atau karya abadi mereka. Kitab-kitab tersebut menjadi pijakan bagi berkembangnya literasi dalam peradaban Islam, termasuk di Nusantara.
"Saya berharap sebagai pewaris tradisi keilmuan Islam yang kaya di masa silam, seyogianya ingatan, spirit, dan kesadaran Bangsa Indonesia akan kemegahan dan kebesaran leluhur kita dapat dibangkitkan kembali untuk mendorong munculnya karya-karya baru tentang keislaman," ujar Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, saat membuka Pameran Turats Ulama Nusantara.
Ma'ruf menjelaskan turats menjadi rujukan dalam pengembangan pemikiran Islam. Di dalamnya sarat akan pengetahuan yang selalu sesuai dengan perkembangan zaman.
"Seraya tetap mengajak pada jalan kebaikan dan menguatkan persatuan dan kesatuan," kata Ma'ruf.
Ulama Nusantara turut memberikan sumbangsih melalui karya-karya mereka. Bahkan sudah sudah mendunia dan disimpan di sejumlah perpustakaan yang tersebar di Eropa hingga Timur Tengah.
Meski begitu, banyak karya ulama yang belum sampai terpublikasikan lantaran masih berupa naskah tulisan tangan. Karena itu,
Ma'ruf menilai menjadi penting menerbitkan kembali karya-karya ulama Nusantara sebagai jembatan mempertemukan warisan pemikiran masa lalu dengan konteks masyarakat kekinian.
Salah satu ulama dengan karya-karya gemilang adalah Syeikh An Nawawi Al Bantani. Syeikh Nawawi punya andil besar dalam pembangunan karakter Islam Nusantara yang toleran, moderat, dan welas asih.
"Syekh Nawawi Al-Bantani juga memberikan contoh dan semangat kepada para Ulama di Indonesia, khususnya generasi muda, untuk membuat karya tulis yang berkualitas sejak ratusan tahun yang lalu," kata dia.
Ma'ruf berpesan kepada generasi muda muslim agar dapat mengikuti semangat yang diwariskan Syekh Nawawi Al-Bantani dalam penguasaan khazanah keilmuan dunia Islam. Selain itu, dia menegaskan Turats Ulama Indonesia merupakan basis pijakan membangun identitas dan jati diri keislaman Bangsa Indonesia.
"Utamanya dalam menghadapi berbagai tantangan dunia modern, menuju Indonesia yang unggul, tangguh, dan berkarakter, seperti yang kita cita-citakan," kata dia, dikutip dari Wapresri.go.id.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal