6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Asteroid 2867 Steins Yang Diyakini Sama Dengan 2016 HO3 (Huffington Post)
Dream - Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mendapat temuan mengejutkan di luar angkasa. Ternyata, Bumi sudah lama dikelilingi oleh “ satelit semu”, berupa asteroid kecil.
Dikutip Dream dari Huffington Post, asteroid ini mengorbit Matahari dan juga mengitari Bumi. Diberi nama 2016 HO3. Asteroid ini ditemukan pada April 2016 oleh Pan-STARRS 1, teleskop penyurvei asteroid di Hawaii.
Menurut para ilmuwan, asteroid ini berjarak sekitar 9 juta mile atau 14 juta kilometer dari Bumi. Asteroid ini disebut tidak berbahaya bagi kehidupan di Bumi.
“ Sejak 2016 HO3 mengitari planet kita, tapi tidak pernah terpisah jauh sekali karena keduanya mengelilingi Matahari, kami menyebutnya satelit semu Bumi,” kata Paul Chodas, manajer Center for Near-Earth Object Studies NASA, di Pasadena, California.
“ Perhitngan kami mengindikasikan 2016 HO3 merupakan satelit semu Bumi yang stabil hampir selama seabad, dan ini akan berlanjut mengikuti bentuk ini, menemani Bumi selama berabad-abad yang akan datang,” tambah dia.
© Dream
Dream - Ukuran pasti 2016 HO3 belum diketahui. Namun Jet Propulsion Laboratory NASA mengatakan diameternya lebih dari 120 kaki atau 35 meter dan lebih kecil dari 300 kaki atau 91 meter.
Asteroid ini memutari Bumi, baik di depan maupun belakang, dari tahun ke tahun. Tapi saat asteroid ini melayang terlalu jauh, grafitasi Bumi akan mengembalikan ke posisi semula.
“Sehingga jaraknya tidak pernah lebih jauh dari 100 kali jarak Bumi ke Bulan.”
Efek yang sama juga mencegah asteroid ini mendekati Bumi dengan jarak 38 kali jarak bulan. “Akibatnya, asteroid kecil ini terjebak dalam tarian kecil dengan Bumi,” ujar Chodas.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
