Bupati Anas Apresiasi Kreativitas Petani Banyuwangi

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 14 Juli 2017 18:05
Bupati Anas Apresiasi Kreativitas Petani Banyuwangi
10 ton bji kering labu kuning dapat dihasilkan tiap tiga bulan.

Dream - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi kreativitas hasil tanaman para petaninya. Sebab, di masa musim kemarau, para petani Banyuwangi dapat mengolah tanaman holtikultura.

Dipilihnya tanaman holtikultura karena di musim kemarau tak memungkinkan menanam padi. Di musim kemarau, petani di Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi misalnya, memilih menanam labu kuning, Cucubita moschata, atau dikenal masyarakat setempat dengan nama waluh.

" Ini adalah kreativitas petani untuk menyiasati musim kemarau yang tidak memungkinkan untuk menanam padi. Jadi, mereka menanam jenis holtikultura seperti waluh ini," kata Anas, beberapa waktu lalu.

Menurut laporan Merdeka.com, pengembangan semangka di Tegalrejo telah dirintis sejak 2011. Dari 2.293 hektar lahan persawahan di Tegalrejo, 119 hektar ditanami dengan labu kuning. Dari lahan tersebut, dihasilkan 10 ton biji kering labu kuning yang akan diekspor ke luar negeri oleh sebuah perusahaan penampung.

" Penghasilannya cukup menjanjikan. Setiap satu kilogram biji waluh dibeli seharga Rp294 ribu," ujar Kepala Desa Tegalrejo Mu'anam.

Untuk memanen labu kuning, para petani butuh waktu selama 3 bulan sejak penaman. Hasil panennya diperam selama 10 sampai 15 hari untuk diambil bijinya. " Saat ini, baru bijinya saja yang bisa dijual ke perusahaan. Buahnya hanya untuk makan ternak," ucap Mu'anam.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Banyuwangi Arief Setiawan akan mengembangkan pemanfaatan buah dari labu kuning tersebut. " Karena yang diambil hanya bijinya, maka buahnya ini perlu dimanfaatkan untuk bisa menghasilkan nilai tambah," ucap Arief.

" Buahnya tersebut juga bisa dibuat kripik, jenang dan beberapa produk olahan lainnya. Tapi, saat ini masih diproduksi dalam skala rumahan. Ke depannya kita akan kembangkan menjadi IKM untuk pengolahannya sehingga bisa memberikan nilai lebih kepada petani," ucap Arief menambahkan. (ism) 

Beri Komentar