Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Pramugari Maskapai Negara Muslim Pakai Google Glass

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 21 Juni 2014 20:05
Pramugari Maskapai Negara Muslim Pakai Google Glass
Sebentar lagi penumpang pesawat bakal banyak melihat kru kabin yang menggunakan kacamata Googleglass. Untuk apa kacamata canggih ini digunakan?

Dream - Spesialis teknologi informasi (TI) dan komunikasi angkutan udara (SITA) meramalkan para penumpang pesawat tak lama lagi akan disambut pramugari-pramugari cantik berkacamata Google Glass saat melakukan boarding.

SITA bersama sejumlah maskapai penerbangan dan pengelola bandara memang tengah mewacanakan penggunaan teknologi kacamata ajaib buatan Google itu. Kepala SITA Lab, Renaud Irminger seperti dikutip dari laman Gulfnews, Sabtu, 21 Juni 2014, mengklaim bahwa Google Glass akan menjadi cara maskapai penerbangan dalam meningkatkan efisiensi operasional dan pelayanan.

Beberapa awak kabin maskapai penerbangan, termasuk Etihad Airways, sudah menggunakan teknologi tablet SITA (SITA CrewTablet) di atas pesawat. Alat ini digunakan untuk mengakses data penumpang dan data operasional. Namun maskapai penerbangan saat ini memang masih membatasi penggunaan teknologi tersebut.

Sebelumnya, SITA telah menguji coba Google Glass bersama staf Virgin Atlantic di Bandara Heathrow London. Selain menggunakan Google Glass, awak darat Virgin Atlantic juga memakai jam tangan pintar buatan Sony untuk proses check-in penumpang. Selain di Inggris, SITA juga baru saja melakukan uji coba Google Glass di bandara Copenhagen, Denmark.

SITA menolak memberi tahu kapan tepatnya mulai menggulirkan teknologi itu secara massal mengingat perusahaan pembuatnya, Google, masih membatasi ketersediaan Google Glass di seluruh dunia. Saat ini, SITA memiliki 10 perangkat Google Glass di SITA Lab.

Irminger menegaskan bahwa SITA telah menghabiskan hampir US$ 20 ribu untuk membeli perangkat yang dijual Google seharga US$1500 per bijinya.

Google diklaim 'terkesan' dengan percobaan SITA dan telah menawarkan untuk memproduksi Google Glass untuk perusahaan tersebut.

Penggunaan wearable technology dan perangkat mobile lainnya kemungkinan akan mempermudah layanan penumpang dan juga menurunkan biaya penerbangan. Selama ini penerbangan memakai hard copy manifesto untuk setiap penerbangan yang berisi rincian data para penumpang. Penggunaan teknologi portabel bisa menghapus kebutuhan akan hal tersebut. (Ism)

Beri Komentar