Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono (Dream.co.id/Ilman Nafi'an)
Dream - Aksi perampok di SPBU Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, yang menewaskan Davidson Tantono, telah mempersiapkan aksinya dengan matang. Komplotan ini punya modus tersendiri dalam melumpuhkan korbannya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, menjelaskan, pelaku mengubah paku untuk menggembosi ban mobil korban.
" Pakunya itu bukan sembarang paku, tapi sudah dimodifikasi," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 15 Juni 2017.
Argo menjelaskan pelaku terbilang lihai dalam memperhitungkan waktu aksinya. Sebab, kata dia, pelaku mengetahui secara pasti kapan mobil korban akan berhenti setelah rodanya terkena paku.
" Jadi, kalau pakunya itu terkena ban nanti akan kempes berapa menit gitu, pelaku sudah mempelajari. Nanti kempesnya sampai di mana, dia sudah tahu," ujar dia.
Saat ini, dua dari empat pelaku sudah ditangkap polisi dan tengah menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya. Kedua pelaku itu memiliki peran berbeda dalam melakukan aksinya.
Pelaku pertama berperan sebagai mata-mata di dalam bank. Pelaku memantau siapa saja orang yang mengambil uang dengan jumlah banyak, namun tidak mendapat pengawalan.
Pelaku kedua berperan sebagai orang yang menebar paku di parkiran agar ban mobil yang digunakan korban kempes. Sementara itu pelaku penembakan hingga kini masih belum tertangkap.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya