Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gus Miftah
Dream - Gus Miftah kembali mendapat kecaman dari warganet. Kali ini dipicu ceramahnya dalam kerangka orasi kebangsaan yang disampaikan saat peresmian Gereja Bethel Indonesia Amanat Agung.
Pria bernama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman itu pun menjawab ringan kecaman tersebut. Dia mengaku diajak Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, untuk hadir dalam peresmian tersebut dan memberikan orasi kebangsaan dengan tema kerukunan.
" Kalau menurut gue sih biasa, itulah Indonesia," ujar Gus Miftah dalam video yang diunggah di akun Instagramnya.
Gus Miftah membuat video tersebut bersama rekannya, Ahmad Sahroni. Dia pun meminta pendapat Sahroni mengenai ceramahnya di gereja.
" Menurut gue luar biasa, jarang pernah terjadi juga seorang ustaz ceramah di tempat ibadah beda agama," kata Sahroni.
Dia menilai ceramah Gus Miftah menjadi satu model toleransi agama yang harus diikuti oleh semua ustaz. Sahroni juga menekankan ceramah model itu harus benar-benar dilakukan.
" Karena silaturahmi kebangsaan itu hanya satu, itu adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia," ucap Sahroni.
Gus Miftah kemudian menambahkan, konteks ceramah tersebut bukan ibadah. Tetapi dalam konteks peresmian gereja.
" Maka saya bilang, silaturahmi kita dengan Tuhan ya sholat, silaturahmi kita dengan Kanjeng Nabi, shalawat, silaturahmi kita dengan anak bangsa ya Pancasila, gitu lho," ucap dia.
Gus Miftah mengakui gara-gara ceramahnya, dia mendapat tuduhan kafir. Padahal, dia sudah banyak membimbing non-muslim menjadi mualaf.
" Itulah bedanya dakwah sekarang dengan zaman dulu. Kalau zaman dulu dakwah itu meng-Islamkan orang kafir. Kala sekarang, mengkafir-kafirkan umat Islam," terang Gus Miftah.
Lihat postingan ini di Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya