Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sara Brautigam (Metro.co.uk)
Dream - Seorang perempuan asal Inggris meninggal sebanyak 36 kali dalam setahun karena menderita kondisi jantung yang langka.
Dilansir Metro.co.uk, Senin 9 Maret 2015, Sara Brautigam sepertinya sering berurusan dengan kematian karena secara klinis dia bisa meninggal sebanyak 36 kali dalam setahun.
Perempuan 21 tahun ini didiagnosis mengidap Postural orthostatic Tachycardia Syndrome (PoTS) empat tahun lalu. Kondisi tersebut menyebabkan jantung Sara bisa berhenti berdetak dalam kurun waktu tertentu.
Dia mengalami palpitasi cepat secara teratur yang menyebabkan jantungnya berhenti berdetak dan tekanan darahnya menurun drastis. Kondisi itu menurut dokter secara klinis sudah dianggap telah meninggal.
Kadang-kadang jantungnya berhenti selama setengah jam sebelum teraliri darah dan dia hidup kembali.
" Sebenarnya saya seperti mengalami serangan jantung ringan. Detak jantung saya berdetak semakin cepat dan kemudian saya lemas. Para dokter dan perawat langsung mengitari saya," kata Sara menggambarkan kondisi saat mengalami kematian sementara.
" Mereka tidak bisa memberikan CPR karena justru membuat jantung tambah lemah tanpa alasan yang jelas sehingga tidak ada untungnya. Namun saat jantung teraliri dengan darah lagi maka akan mulai berdetak lagi seperti tidak terjadi apa." ujarnya
Menurut Sara, darahnya cenderung untuk berkumpul di daerah kaki dan dokter harus memompanya hingga mencapai jantung.
Perempuan dari Doncaster ini mengatakan tiap kali jantungnya berhenti berdetak, dokter harus 'menyakitinya' agar dia bisa sadar kembali.
" Seringkali saya 'bangun' dari kematian dengan banyak memar. Pernah dokter mencabut kuku akrilik tapi saya tidak bangun-bangun," ungkap Sara.
Sara mengatakan dia sering ditanya tentang pengalamannya saat mengalami 'kematian'.
" Tidak ada cahaya, semuanya gelap. Saya masih bisa mendengar suara-suara di sekitar. Saya juga masih bisa mengingat apa yang dibicarakan tapi tidak tahu apa yang sedang terjadi."
Selama 2012, Sara dinyatakan 'meninggal' 35 kali. Namun sejak memakai alat yang membantu jantungnya tetap teraliri darah, dia sudah tidak pernah mengalaminya lagi.
Sara kini aktif di dunia hiburan sebagai penari burlesque.
" Sejak terlibat dalam burlesque, hidup saya merasa berarti. Dan mungkin kondisi ini bisa saja membunuh saya, tapi setidaknya saya akan mati bahagia," katanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya