Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012
Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Sergio Canavero (http://www.sneakymag.com/)
Dream - Dokter asal Italia, Sergio Canavero, mengklaim bisa melakukan transplantasi kepala. Ini memang mirip dengan kisah-kisah fiksi ilmiah. Namun Canavero tak sedang berkelakar. Keterangan itu rencananya akan dia paparkan dalam konferensi American Academy of Neorological and Ortopaedic Surgeon di Maryland bulan Juni mendatang.
Dikutip Dream dari inquisitr.com, Jumat 6 Maret 2015, dokter dari Turin Advanced Neuromodulation Group Italia itu berharap bisa meningkatkan kehidupan para penderita kanker atau kelumpuhan dengan melakukan transplantasi kepala. Dia percaya operasi itu akan berlangsung dengan sukses dalam waktu dua tahun mendatang.
“ Saya pikir, saat ini kita berada pada titik bahwa aspek teknik operasi ini semua bisa dilakukan,” kata Canavero.
“ Jika masyarakat tidak ingin ini, saya tidak akan melakukannya. Tapi jika masyarakat tidak menginginkan ini, di Amerika Serikat atau Eropa, itu bukan berarti ini tidak akan dilakukan di tempat lainnya. Saya mencoba melakukan ini dengan cara yang benar, namun sebelum pergi ke bulan, Anda ingin meyakinkan orang lain untuk mengikuti Anda,” tambah dia.
Klaim Canavero ini memicu perdebatan di kalangan ilmuwan. Menurut asisten profesor klinik neurosurgery di Weill Cornell Medical College, Dr Ezriel Kornel, prosedur ini sejatinya merupakan transplantasi tubuh, bukan transplantasi kepala. Dan sementara konsep ini, kata Kornel, “ secara teknis dalam wilayah kemungkinan,” tidak diketahui pasti seberapa sehat seorang pasien setelah melakukan proses transplantasi ini.
Menurut Kornel, sebelum transplantasi seperti ini dicoba, peneliti perlu menunjukkan apakah sumsum tulang belakang bisa tumbuh bersama pada manusia. Tantangan lain transplantasi kepala adalah bagaimana membuat pita suara bisa bekerja setelah operasi, memastikan trakea dan esofagus berfungsi dengan benar, dan bagaimana menghubungkan saraf kontrol pernapasan.
“ Ini bukan sesuatu yang akan pernah digunakan dalam kondisi umum. Ini harus digunakan pada seseorang yang memiliki beberapa kegagalan multisistem -gagal jantung, gagal hati, gagal ginjal- dan bukan transplantasi semua organ, ini transplantasi tubuh,” kata Kornel.
Meski demikian, kata Kornel, gagasan memindahkan kepala dari tubuh seseorang ke tubuh orang lain pasti menarik. “ Tapi itu tidak terjadi dalam waktu dekat,” ujar Kornel. Baca Juga: Dulu Dicela, Pesawat Tenaga Surya Bersiap Keliling Dunia Rumah Isa Al-Masih Dibesarkan Ditemukan? Muslimah Cantik di Balik Kehebatan Pesawat Luar Angkasa Ilmuwan MIT: Awal Kehidupan Bisa Dibuktikan, Tuhan Tak Ada? Ditemukan, Lubang Hitam Raksasa di Alam Semesta 10 Benda Konyol yang Pernah Dibawa ke Luar Angkasa (2) 10 Benda Konyol yang Pernah Dibawa ke Luar Angkasa (1) Terkuak! Hamparan `Surga` di Arab Saudi Terkuak! Hamparan `Surga` di Arab Saudi
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
