Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Facebook memberikan layanan yang memungkinkan akun yang ditingal mati oleh penggunanya tetap bisa melakukan sejumlah aktivitas. Sebagian kalangan menyebut fasilitas ini seperti "akhirat online".
Dikutip Dream dari laman Emirates 24l7, Facebook memberikan pilihan kepada para pengguna untuk memilih seseorang untuk mengelola akun mereka –setelah ditinggal mati. Namun, fasilitas ini baru diberikan kepada para pengguna Facebook di Amerika Serikat.
Sebelum fasilitas berfungsi, akun yang ditinggal mati pemiliknya "diabadikan", setelah ada permintaan dari teman atau kerabat, dengan menyertakan surat keterangan kematian. Fasilitas ini diberikan karena ada permintaan dari para pengguna yang mengininkan adanya tambahan layanan.
Dengan layanan itu, pengguna Facebook di AS dapat memilih kontak tertentu untuk “diwarisi” akun yang ditinggal mati. Sehingga, orang yang “diwarisi” ini bisa melakukan posting di halaman Facebook yang telah ditinggal mati pemiliknya. Seperti, bisa menanggapi permintaan pertemanan baru, memperbarui gambar profil, dan foto sampul.
Selain pilihan itu, pengguna Facebook di AS juga dapat menentukan pilihan lain, agar akun mereka dihapus setelah kematian penggunanya, yang tidak mungkin dilakukan sebelumnya. (Ism)
© Dream
Dream - Jika seorang pengguna ingin seseorang untuk meneruskan pengelolaan akunnya setelah mereka meninggal, Facebook menyediakan tombol berupa segitiga terbalik di sudut kanan atas halaman. Dari tombol itu ada pilihan “pengaturan” kemudian ke “security”.
Pengguna disediakan pilihan untuk mengedit “kontak warisan” untuk memilih kontak tertentu yang kelak akan mengoperasikan akun jika ditinggal mati. Tentu dengan syarat penerus itu harus menjadi pengguna Facebook.
Orang yang dipilih untuk mengelola akun warisan ini tidak akan diberitahu, sampai akun Facebook yang ditinggal mati itu “diabadikan”. Namun, pemilik akun bisa juga memberi tahu orang yang dipilih itu.
Pengguna yang telah memilih orang lain untuk meneruskan akunnya akan dikirimi pengingat tahunan untuk mengingatkan pilihan itu. Sehingga bisa membantu mengingatkan pengguna Facebook jika orang yang dipilih sebagai penerus ternyata meningal duluan. Atau jika persahabatan pengguna dengan orang yang dipilih itu menjadi memburuk dan ingin menggantinya.
Jika pemilik akun memberikan izin kepada penerus, maka penerus itu bisa mengunduh semua data dalam akun Facebook itu, termasuk melakukan posting dan mengubah profil. Namun, untuk masuk ke akun yang ditinggal mati, penerus itu harus login menggunakan akun mereka sendiri, mereka tidak akan bisa masuk sebagai pemilik akun yang diteruskan. (Ism)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?