Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Mangalitsa (YouTube)
Dream - Belakangan santer di media sosial tentang beredarnya penjualan daging binatang bernama Mangalitsa, yang merupakan hasil persilangan babi dengan biri-biri (domba).
Informasi itu cukup meresahkan masyarakat, terutama bagi konsumen muslim. Menurut para ahli perhewanan Institut Pertanian Bogor (IPB), Mangalitsa merupakan nama untuk satu spesies binatang, yaitu babi berbulu seperti biri-biri. Atau dalam bahasa Hungaria dikenal dengan istilah Mangalica (hog keriting rambut).
Babi Mangalitsa merupakan babi jenis lain yang mempunyai bulu panjang jenis Lincolnshire Curly Coat of England. Sebelumnya Mangalitsa diternak untuk mendapatkan lemak babi. Mangalitsa adalah jenis babi paling populer di daerah Balkan.
Jika biasanya babi tidak memiliki bulu, babi Mangalitsa ini memiliki bulu tebal seperti biri-biri. Sebagian Mangalitsa berbulu coklat kehitam-hitaman, namun ada pula yang berbulu putih.
Kondisi berbulu seperti inilah yang sering mengindikasikan mangalitsa seperti biri-biri. Pada 2006, Mangalitsa mulai diimpor ke Inggris.
Menurut laporan BBC, orang yang pertama kali melihat mereka pasti akan berpikir bahwa mereka adalah domba.
"Maraknya informasi tentang mangalitsa cukup membuat masyarakat muslim khawatir terhadap peredaran daging Mangalitsa. Namun di Indonesia, jenis babi ini belum ada," tulis Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakart Islam di situs resminya dikutip Dream.co.id, Selasa 24 Februari 2015.
Mangalitsa merupakan spesies babi dengan harga yang sangat mahal. Mangalitsa mengandung lemak antara 65-70 persen, sehingga hanya diminati hanya kalangan tertentu di Hungaria dan beberapa negara Eropa lainnya.
Kasubdit Produk Halal Direktur Urais dan Binsyar, Siti Aminah mengatakan, pengawasan masyarakat terhadap peredaran daging hewan sangat penting.
"Ini menjadi faktor pendukung agar daging Mangalitsa tidak benar-benar beredar di negeri kita. Kontrol masyarakat diperlukan dalam mengawasi pangan yang beredar," ujarnya.
Lebih lanjut, hal lain yang perlu diwaspadai adalah barang gunaan yang berbahan woll. Perlu ketelitian dan kehati-hatian konsumen muslim dalam memilih barang gunaan yang tidak mengandung unsur haram. (Ism)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari