Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Arab Saudi
Dream - Saat ini Arab Saudi adalah padang pasir luas dan tandus. Tapi dahulu kala, wilayah itu pernah dipenuhi tumbuhan dan bisa jadi merupakan rumah bagi manusia pertama yang meninggalkan Afrika.
Ketika sebagian besar dari kita berpikir tentang Arab Saudi, kita membayangkan tentang bukit-bukit pasir, terik matahari, dan air yang berharga.
Tapi menurut penemuan baru-baru ini, di masa lalu, wilayah ini adalah padang rumput dan hutan teduh dengan musim hujan yang panjang. Layaknya surga dunia.
Temuan ini akan menjawab pertanyaan bagaimana dan kapan manusia modern pertama meninggalkan Afrika, di mana spesies kita berevolusi. Jika Saudi pernah lebat dan subur, maka akan menjadi tempat yang ideal untuk bermigrasi.
"Ada lebih banyak jendela kesempatan bagi manusia untuk meninggalkan Afrika dari perkiraan sebelumnya," kata penulis Ash Parton dari University of Oxford di Inggris dikutip Dream.co.id dari laman BBC, Rabu 25 Februari 2015.
Nenek moyang kita yang pemburu-pengumpul makanan tidak mungkin bisa hidup di beberapa wilayah Saudi jika kondisinya seperti sekarang.
"Saat ini angin muson dari Samudera Hindia hanya berputar di tepi sangat selatan semenanjung Arab, sehingga sisa wilayah lainnya adalah padang pasir," kata Parton.
Menurut temuan tim Parton musim hujan mendorong masuk jauh ke dalam Jazirah Arab setiap 23.000 tahun sekali, sehingga tanaman dan hewan bisa berkembang. Temuan ini diterbitkan dalam jurnal Geology.
Parton dan rekan-rekannya menunjukkan bahwa Saudi melewati beberapa periode hujan lebat. Hal ini akan menciptakan savana dan hutan, sehingga jauh lebih layak huni. Bukti tersebut bisa untuk mendukung teori adanya migrasi nenek moyang dari Afrika ke Timur Tengah hingga ke Asia.
Parton mempelajari dasar sungai kering di tenggara Saudi yang masih mempertahankan lapisan lumpur dan sedimen dari dasar sungai berusia 160.000 tahun.
Mereka menemukan bukti lima fase basah, di mana sungai mengalir dan lumpur diendapkan. Selama masa kering, ada aliran air kecil dan sedikit lumpur yang diendapkan.
Tahap basah pertama yang terjadi antara 160.000 dan 150.000 tahun yang lalu, dan yang paling baru adalah sekitar 55.000 tahun yang lalu. Masing-masing tahap menunjukkan kapan manusia bergerak keluar dari Afrika menuju Asia.
Penelitian sebelumnya telah menyarankan bahwa curah hujan meningkat selama periode tersebut, tapi tidak jelas berapa banyak. Di padang pasir yang terik, curah hujan tambahan tidak membuat banyak perbedaan.
"Catatan lingkungan saya cocok dengan catatan arkeologi. Jadi ratusan ribu tahun yang lalu, ada serangkaian perpindahan manusia ke Saudi," kata Parton. (Ism)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari