Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - China memperketat pengawasan tayangan, baik di televisi maupun media online. Negeri Tirai Bambu itu melarang segala tayangan cabul yang selama ini banyak ditampilkan pada laman-laman lokal maupun televisi.
“ Situs streaming sudah diperingatkan, mereka harus menghapus semua headlines yang berkaitan dengan seks dan ketelanjangan,” demikian pernyataan badan pengawasan media China, sebagaimana dikutip Dream dari laman BBC, Sabtu 15 November 2014.
Tak hanya tayangan berbau pornografi, lembaga pengawas media China, the State Administration of Press, Publication, Radio, Film and Television (SAPPRFT), juga menyensor tayangan yang terlalu banyak menampilkan ‘kontak fisik di luar pernikahan’ alias perselingkuhan.
Selain itu, program yang dikemas dalam tajuk `Cleaning the Web 2014` ini juga melarang tayangan kekerasan, seperti pembunuhan, aksi bunuh diri, penculikan penyalahgunaan obat-obatan terlarang, perjudian, ataupun klenik.
Kebijakan ini dilakukan karena banyaknya tayangan-tayangan drama dan film dari Amerika Serikat dan Korea Selatan –yang menampilkan pornografi– masuk ke China. Tayangan yang dinilai tidak membawa manfaat itu banyak beredar di situs-situs online. Sehingga pemerintah China merasa perlu untuk membatasi tampilan tersebut.
Namun, kebijakan ini mendapat banyak tentangan dari para pengguna media sosial di China. Para penentang itu menilai, jika pengetatan itu dilakukan, maka tak akan ada tayangan lagi yang bisa dilihat oleh waraga China. Mereka khawatir tak akan bisa lagi menonton opera sabun Korea Selatan yang tengah menjadi tren.
Meski demikian, bukan berarti kebijakan ini ditolak oleh semua kalangan. Sejumlah pihak justru memberikan dukungan. “ Ini seharusnya diurus cepat,” demikian pendapat yang mendukung kebijakan ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya