Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Foto: World Of Buzz
Dream - Seorang pria berusia 41 tahun terpaksa menjalani operasi jantung terbuka setelah bagian mulutnya terinfeksi saat menggunakan berbagai benda untuk mengeluarkan popcorn yang tersangkut di gigi.
Dilansir World Of Buzz dari Fox News, peristiwa bermula pada bulan September 2019 lalu, ketika pria bernama Adam Martin ini pergi ke bioskop bersama istrinya. Seperti para penonton lain, mereka pun menyantap popcorn sebagai teman menonton.
Setelah film selesai, Adam merasa sepotong popcorn tersangkut di gigi belakangannya. Dia berusaha menyingkirkannya dengan cara menggosok gigi. Tapi popcorn itu tetap tak hilang dan mengendap selama tiga hari.
Adam akhirnya memutuskan melakukan berbagai cara untuk mengeluarkan potongan popcorn tersebut dari giginya. Tusuk gigi, tutup pena, sepotong kawat sampai paku logam digunakannya. Tetap saja usahanya itu sia-sia.
Mirisnya lagi, semua benda yang ia gunakan tadi malah membuat gusi di sekitarnya terluka.
Seminggu setelah kejadian itu, Adam tiba-tiba merasakan tubuhnya mulai terasa tak sehat. Ia berkeringat di malam hari, kepalanya sakit dan mengalami kelelahan yang tak wajar.
Awalnya Adam mengira itu hanya gejala flu. Namun setelah sebulan tak kunjung membaik, dia akhirnya memutuskan untuk pergi ke dokter.
Dari situlah diketahui bahwa Adam mengidap murmur jantung ringan.
Adam masih diizinkan pulang dengan membawa beberapa resep dokter. Bukannya membaik, keadaannya Adam malah semakin memburuk.
" Saya merasa ada yang tidak beres. Saya tidur sangat nyenyak dan saya merasa tidak enak," ujarnya.
Adam memutuskan untuk kembali pergi menemui dokter. Kali ini dia pergi ke rumah sakit yang lebih besar, Royal Cornwall.
" Kaki saya sakit dan sakit dan saya merasa tidak enak sama sekali. Saya dirawat di rumah sakit pada hari yang sama untuk tes. Pada titik ini, saya sangat khawatir," ujarnya lagi.
Pemindaian lebih lanjut menunjukan bahwa jantung Adam mengalami kerusakan karena infeksi. Gejala yang ia alami sebelumnya merupakan tanda-tanda endokarditis, infeksi pada lapisan permukaan bilik jantung, menurut Healthline.
Infeksi ini terjadi ketika bakteri dari mulut, kulit, usus dan daerah lain dari tubuh memasuki aliran darah.
Martin kemudian harus menjalani operasi jantung terbuka selama tujuh jam untuk memperbaiki katup mitralnya dan mengganti katup aortiknya.
" Hati saya tidak berfungsi dengan baik lagi. Itu pada dasarnya hancur. Infeksi telah memakan katup," katanya.
" Jika saya pergi ke dokter gigi dimana semua ini berawal, mungkin hal ini tidak akan terjadi. Ini adalah pengalaman terburuk dalam hidupku." tutupnya.
Dream - Perasaan bosan, cemas, stres, dan gugup, tanpa sadar memicu perilaku kompulsif, seperti menggigit kuku. Kebiasaan tidak sehat ini bukan hanya dilakukan oleh anak-anak, tetapi juga tanpa disadari dilakukan oleh orang dewasa.
Namun berhatoi-hatilah. Sebagai sarang kuman, bakteri, virus, dan jamur, kuku dapat menjadi salah satu sumber penyebaran penyakit. Contohnya seperti yang dialami pria berusia 57 tahun ini.
Pria bernama Ricky Kennedy itu terkena penyakit berbahaya akibat kebiasaan menggigit ujung kulit yang dekat dengan kuku.
Dikutip dari ladbible.com, Jumat 26 Oktober 2018, Kennedy didiagnosis terkena penyakit sepsis. Berawal saat ibu jari Ricky terluka akibat gigitannya sendiri. Nanun bukanya sembuh, luka Kennedy kian hari malah semakin parah.
Ibu jarinya membengkak, terlihat seperti melepuh.

Tak berhenti di situ, beberapa bagian tubuh Kennedy juga ikut melepuh. Kennedy dilarikan ke rumah sakit untuk memeriksa infeksi yang dideritanya.

Dokter memberikan obat antibiotik untuk membersihkan infeksi dan luka yang ada di tubuh Kennedy.
Selang sehari, kondisi Kennedy semakin buruk. Bagian tubuh Kennedy yang melepuh mulai menyebar ke lengan dan dadanya. Kennedy pun menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Beruntung, nyawa Kennedy berhasil diselamatkan. Dokter yang menangani menyebutkan bahwa penyakit sepsis merupakan infeksi yang mendapat julukan 'silent killer' atau penyakit yang muncul hampir tanpa adanya gejala awal.
Meski tak memunculkan gejala, penyakit ini mampu menyebabkan kematian. Sepsis sendiri telah membunuh sekitar 44.000 orang di Inggris setiap tahunnya. Angka tersebut cukup tinggi karena sepsis menginfeksi bagian organ maupun jaringan tubuh manusia.
Kennedy dirawat beberapa bulan di Rumah Sakit Queen Elizabeth University ditemani sang istri. Pria asal Skotlandia ini mengaku sangat menyesal atas kebiasaan menggigit kuku dan jari jempolnya. Ia tidak pernah menyangka nasib buruk akan menimpanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam