Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Jalan Raya Di Dalam Bukit Berbatu Ini Dibangun Sendiri Oleh Warga (Foto: Facebook @chinahoy)
Dream - Orang-orang Shenlongwan, sebuah desa yang pernah terisolasi di pegunungan Provinsi Shanxi, China, menghabiskan 15 tahun memahat batu yang sebagian besar berisi material batu. Menggunakan pahat dan palu, kerja keras mereka akhirnya berhasil menghubungkan desa dengan dunia dan keluar dari kemiskinan.
Memiliki iklimnya yang bagus, Shenlongwan merupakan surga para petani kenari dan pir yang memiliki rasa lezat. Namun hasil panen mereka sulit untuk dinikmati masyarakat di luar desa. Membuah panen hasil bumi jadi Tantangan serius bagi penduduk setempat.
Hingga tahun 2000, penduduk desa tersebut harus memutar melalui delapan kotapraja di tiga provinsi berbeda untuk mencapai ibu kota Kabupaten Kota Changzhi.
Sementara untuk melalui jalan pintas mereka harus siap mempertaruhkan nyawa dengan menaiki tangga sempit berbahaya. Belum lagi celah gunung yang curam.
Suatu hari, penduduk desa memutuskan bahwa mereka tak bisa hidup seperti ini selamanya. Jika pemerintah tidak mau membangun jalan ke desa mereka, maka mereka harus melakukannya sendiri.
“ Kami sangat membutuhkan jalan," kata Duan Jianlin, penduduk asli Shenlongwan tua yang berpartisipasi dalam pembangunan, dikutip dari laman Oddity Central.
" Jika kami tidak bisa menyelesaikan pembangunannya dalam satu tahun, kami akan membuatnya selama dua tahun. Jika dua tahun tidak cukup, kami akan membuatnya dalam waktu tiga tahun,” .
Shenlongwan yang dikelilingi oleh pegunungan di semua sisi, membuat penduduk desa harus menggali melalui batu terjal untuk menghubungkan desa mereka ke seluruh China.
Berbekal alat sederhana seperti palu dan pahat, memahat di daerah pegunungan terbukti sangat sulit dan memakan waktu.
Jalan yang berhasil dibangun oleh masyarakat Shenlongwan hanya sepanjang 1.526 meter, tetapi butuh waktu kurang lebih selama 15 tahun untuk menyelesaikannya. Pekerjaan ini dimulai pada tahun 1985 dan baru selesai pada tahun 2000.
Jalan pendek tersebut ternyata membuka pintu bagi pariwisata dan perdagangan, serta terbukti menjadi kunci untuk membuat rakyat Shenlongwan keluar dari kemiskinan.
Tidak hanya mereka dapat menjual hasil kerja mereka lebih cepat, tetapi keindahan alam desa Shenlongwan juga mulai menarik wisatawan.
Saat ini, lebih dari 60 persen dari 700 lebih penduduk desa terlibat dalam bisnis yang berhubungan dengan pariwisata, dan kemiskinan yang dulu merajalela hanyalah kenangan bagi mereka.
Pada tahun 2000, sebelum jalan pahatan mulai beroperasi, pendapatan per kapita rata-rata hanya 680 yuan, sementara hari ini mencapai 12.000 yuan.
(Sah, Odditycentral.com)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

