Kakek Ini Mengasingkan Diri di Danau Terpencil Selama 40 Tahun, Begini Kondisinya Saat Ditemukan

Reporter : Reni Novita Sari
Sabtu, 13 November 2021 12:01
Kakek Ini Mengasingkan Diri di Danau Terpencil Selama 40 Tahun, Begini Kondisinya Saat Ditemukan
Inilah kisah pria tua yang memilih mengasingkan diri di sebuah danau, tanpa listrik tanpa tehnologi

Dream - Sebagai makhluk sosial, sebagian besar manusia tentu tidak bisa hidup tanpa kehadiran orang lain. Namun, hal ini rupanya tak berlaku bagi pria tua asal Skotlandia, Ken Smith.

Sejak 40 tahun lalu, Ken Smith memilih mengasingkan diri jauh dari kehidupan manusia lainnya. Ia kini tinggal seorang diri di tepi danau  terpencil di Dataran Tinggi Skotlandia.

Dilansir BBC.com, Smith benar-benar meninggalkan semua hal yang berbau teknologi modern. Pria tua ini bahkan hidup tanpa listrik atau air ledeng di kabin kayu buatannya.

Penasaran bagaimana kisah selengkapnya? Simak ulasannya berikut ini!

1 dari 9 halaman

Ken Smith Mengasingkan Diri

ilustrasi© Foto : BBC

Tidak semua orang mau menjalani kehidupan seperti Ken Smith. Pria tua ini menjalani kehidupannya seorang diri di sebuah danau terpencil di Dataran Tinggi Skotlandia. Kehidupan Smith bukanlah gaya hidup ideal untuk banyak orang. Terlebih di usia yang kini menginjak 74 tahun.

Setiap hari, kegiatan Smith sangat jauh berbeda dari manusia pada umumnya. Ia harus berburu dan memancing untuk sekadar mengisi perutnya. Tak sampai di situ, pria tua ini juga mencari kayu bakar untuk memasak dan mencuci pakaiannya di sebuah pemandian tua.

2 dari 9 halaman

Dijadikan Film Dokumentasi

Kisah hidup Ken Smith mencuri perhatian masyarakat Skotlandia. Hingga akhirnya, seorang sutradara bernama Lizzi McKenzie mengajaknya untuk membuat sebuah video dokumentasi tentang kehidupannya.

Ken Smith pun menyetujui, hingga terbitlah film dokumentasi berjudul ‘The Hermit of Treig’. Selama dua tahun terakhir, film dokumentasi ini merekam keseharian Ken Smith.

3 dari 9 halaman

Alami Peristiwa Pahit

ilustrasi© Foto : BBC

Dalam film dokumentasi tersebut, Smith menceritakan asal mula dirinya memutuskan untuk mengasingkan diri. Di usia 15 tahun, kehidupan Smith sama seperti kehidupan manusia lainnnya. Namun, kehidupan Smith berubah ketika Ia mengnjak usia 26 tahun.

Kala itu, Smith dipukuli oleh sekelompok geng berandalan hingga menyebabkan luka serius di bagian kepalanya. Ia menderita pendarahan otak dan hilang kesadaran selama 23 hari.

Hingga akhirnya, Smith didiagnosa oleh Dokter jika Ia akan kesulitan berbicara dan berjalan.Tapi pada kenyataannya hal tersebut tidaklah benar.

" Mereka bilang, saya tidak akan pernah sembuh. Mereka berkata saya tidak akan bisa bicara lagi. Mereka juga mengatakan saya tidak akan pernah berjalan lagi, tapi kenyataannya saya bisa berjalan lagi,” ujar Smith dilansir BBC.

4 dari 9 halaman

Ditinggal Kedua Orang Tuanya

Sejak saat itu, Smith begitu kecewa dengan kehidupan dan orang-orang di sekitarnya. Smith pun memutuskan untuk melakukan suatu perjalanan yang cukup panjang.

Ia pernah berjalan tanpa arah hingga mencapai 35.400 kilometer. Sayangnya, kedua orang tua Smith meninggal dunia setibanya Ia di rumah. Hal itu tentu menjadi pukulan yang sangat berat bagi Smith.

" Butuh waktu lama sampai saya merasa terpukul. Saya tidak merasakan apa-apa,” ujar Smith.

5 dari 9 halaman

Kembali Melakukan Perjalanan Jauh

ilustrasi© Foto : BBC

Semenjak kepergian kedua orangnya, Smith menjadi semakin hilang arah. Ia lantas melanjutkan perjalanannya menyusuri dataran tinggi di wilayah Skotlandia. Sepanjang perjalanannya, Smith hanya bisa merenung dan menangisi kedua orang tuanya.

" Saya menangis sambil berjalan kaki. Saya berpikir, di mana gerangan tempat paling terisolasi di Inggris?" lanjut Smith.

6 dari 9 halaman

Menemukan Rumah

Hingga akhirnya, Smith menemukan sebuah tempat yang Ia sebut sebagai tempat tinggal. Di tepi danau Skotlandia itulah Smith menghentikan perjalanannya. Ia lantas membuat rumah sederhana dari kayu-kayu di hutan.

Setiap hari, Smith menjalani kehidupan barunya di pondok tersebut. Mulai dari mencari kayu di hutan, menanam sayuran, mengumpulkan buah berry, hingga mencari ikan di danau. Selama 40 tahun, Smith hidup di gubuk itu tanpa listrik, pompa air, kompor gas, dan tanpa sinyal telepon.

" Saya terus berjalan dan mengikuti setiap teluk dan setiap bukit yang tidak ada bangunan rumahnya. Ratusan dan ratusan mil kehampaan. Lalu saya melihat ke seberang danau dan mendapati hutan ini," cerita Smith kala itu.

" Jika Anda ingin belajar bagaimana hidup secara mandiri, maka Anda harus belajar memancing," lanjutnya.

7 dari 9 halaman

Terkena Stroke

ilustrasi© Foto : BBC

Sayangnya, petualangan Smith harus terhenti tatkala Ia didiagnosa mengalami stroke. Beruntungnya, Ken menggunakan alat pelacak GPS, yang diberikan oleh Sutradara beberapa hari sebelumnya. Ia lantas mengirimkan sinyal SOS hingga diketahui oleh pusat repons di Houston Texas.

Smith dijemput menggunakan helikopter dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Port William, Inggris selama tujuh minggu. Setelah keadaannya membaik, Smith dibujuk oleh beberapa dokter supaya tinggal di aparatemen sehingga lebih mudah mendapatkan perawatan. Namun, Smith tetap kekeh dan ingin kembali ke kabin kayunya.

8 dari 9 halaman

Kembali ke Kabin Kayu

Akhirnya, Smith memutuskan untuk kembali ke kabin kayunya. Namun, kondisinya saat ini telah berbeda dari sebelumnya. Setelah mengalami stroke, Smith harus menerima lebih banyak bantuan dari orang lain.

Kepala perkebunan, yang menjaga hutan tempat Ken tinggal, membawakan makanan untuknya setiap beberapa pekan sekali. Ini dibayarnya dengan dana pensiunnya sendiri.

" Orang-orang sangat baik kepada saya akhir-akhir ini," kata Ken.

9 dari 9 halaman

Menghabiskan Sisa Usia di Kabin Kayu

ilustrasi© Foto : BBC

Satu tahun berlalu, Smith harus kembali diangkut dengan helikopter usai mengalami luka serius akibat tertimpa tumpukan kayu. Meski demikian, Ia tetap ingin menghabiskan masa tuanya di kabin kayunya tersebut.

" Saya akan berada di sini sampai hari-hari terakhir saya datang, itu pasti. Saya telah mengalami banyak kecelakaan, tapi saya sepertinya bisa bertahan dari semuanya,” ujarnya.

" Saya sudah pasti akan sakit lagi suatu hari nanti. Sesuatu akan terjadi kepada saya, dan itu akan membawa saya pergi selamanya, sama seperti orang-orang lain. Tapi saya harap saya bisa hidup sampai umur 102 tahun," harap Smith.

 

 

 

Beri Komentar