7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Curiga Istri Selingkuh, Suami Racuni Pelan-pelan Pakai Obat Hormon
Dream - Viral kisah seorang wanita yang menuduh mantan suami telah merusak hidupnya selama bertahun-tahun membina rumah tangga.
Mantan suami telah menyebabkan wanita tersebut kecanduan obat-obatan berbasis hormon bertahun-tahun yang membuat hidupnya hancur.
Wanita bernama Liu Chang tersebut mengatakan mantan suami melakukan tindakan tersebut karena mengira dirinya berselingkuh dengan pria lain.
Dokter dari Provinsi Shandong itu pertama kali menuduh mantan suaminya telah meracuninya secara perlahan pada tahun 2019.
Saat itu, Liu memposting di media sosial bahwa pasangannya, Gao Zhisen, telah diam-diam memberikan obat-obatan berbasis hormon sejak 2016.
Obat-obatan yang diberikan oleh mantan suaminya telah menyebabkan cacat fisik dan cedera tingkat dua yang parah pada Liu Chang.
Pasangan tersebut diketahui telah bercerai pada 2017 silam, dan sejak itu Liu Chang terus berjuang untuk menyeret mantan suaminya ke meja hijau.
Setelah berusaha selama empat tahun, Liu Chang akhirnya mendapatkan kepastian hukum dari pengadilan baru-baru ini. Sang suami yang juga seorang dokter akan menjalani persidangan pada awal bulan ini.
" Saya menjadi cacat dan sangat tertekan karena kejadian ini. Dia telah menghancurkan hidup saya.
" Saya tidak ingin uang, dan saya sudah tidak peduli soal kompensasi. Dia telah menghancurkan hidup saya, dan saya hanya menginginkan keadilan," ujar Liu Chang.
Liu Chang kemudian menceritakan awal mula dia tiba-tiba berpikiran untuk memperkarakan sang mantan suami di depan hukum.
Wanita ini mengklaim bahwa dia mulai merasa tidak enak badan pada Oktober 2016, lebih dari setahun setelah menikah dengan Gao Zhisen.
Dia mengalami kram kaki, kenaikan berat badan yang serius, penglihatan kabur serta retakan yang tidak biasa di kulitnya.
Saat memeriksakan diri ke dokter, Liu Chang kaget saat diberitahu gejala penyakitnya mirip orang overdosis obat berbasis hormon.
Merasa tidak pernah minum obat berbasis hormon sebelumnya, Liu Chang pun menaruh curiga kepada mantan suaminya.
Liu Chang teringat Gao Zhisen memberinya 'obat flu' beberapa bulan sebelumnya. Liu Chang makin yakin mantan suami pelakunya setelah ibunya menemukan banyak obat hormonal di bekas rumah mereka pada September 2017.
Segera setelah penemuan obat-obatan tersebut, pasangan dokter tersebut bercerai pada Desember 2017. Setelah itu, Liu Chang melaporkan mantan suaminya ke polisi.
Namun karena tidak cukup bukti, penyelidikan pun dihentikan. Beberapa bula kemudian, Liu Chang mencoba mengajukan banding atas kasusnya.
Baru pada tahun 2019, setelah memposting kisahnya di media sosial, polisi mulai melirik kembali kasus yang pernah diajukan Liu Chang sebelumnya.
Pada Maret 2022, polisi akhirnya memberi tahu Liu Chang bahwa 'kasusnya memenuhi syarat' untuk diajukan dan akhirnya mereka memulai penyelidikan.
Gao Zhisen ditangkap pada bulan April tahun lalu, tetapi mengklaim bahwa deksametason digunakan untuk mengobati kondisi yang dialami Liu Chang.
Pria tersebut membantah bahwa dia tidak meracuni Liu Chang. Gao Zhisen bahkan mengatakan mereka berdua 'minum segelas air yang sama dan sekotak susu yang sama'.
Gao Zhisen juga mengatakan kepada polisi bahwa mantan istrinya berselingkuh dengan pejabat setempat selama pernikahan singkat mereka. Namun dibantah Liu.
Tidak disebutkan bagaimana kelanjutan dari kisah ini. Yang pasti, untuk sementara polis menyimpulkan jika kecurigaan mantan suami yang menjadi motif dia nekad meracuni Liu Chang.
Sumber: OddityCentral
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?