Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi/Shutterstock
Dream - Perusahaan farmasi asal Korea, Daewoong Pharmaceutical dan Daewoong Therapeutics, mengumumkan pengembangan obat Covid-19. Obat yang diberi nama DWRX2003 itu sudah mendapat izin Kementerian Keamanan Makanan dan Obat Korea (MFDS), Kamis 8 Oktober 2020.
Uji klinis obat berbahan Niclosamide dari dua anak perusahaan Daewoong Co., Ltd. itu sudah masuk pada tahap pertama.
Selain itu, Daewoong Pharmaceutical juga sedang melakukan uji klinis perawatan Covid-19 dengan basis sel punca 'DWP710' di Indonesia. Uji klinis itu kini masuk fase 2 Comostat (Foistar) di Korea dan Meksiko.
Dengan adanya uji klinis yang dilakukan Daewoong Co, diharapkan dapat meberi efek terapeutik untuk pasien Covid-19 bergejala ringan dan sedang.
Uji klinis fase pertama DWRX2003 di Korea akan dilakukan di Chungman National University Hospital. Nantinya, obat digunakan pada orang yang sehat dan administrasinya akan dimulai pada bulam Oktober ini.
Dalam uji klinis itu, Niclosamide atau plasebo akan ditetapkan secara acak, double blinded, terkontrol plasebo, dan diadministrasikan pada satu waktu untuk memastikan keamanan dan pemeliharaan konsentrasi obat dalam darah.
Pada perkembangan global, Daewoong Pharmaceutical melakukan uji klinis fase pertama untuk DWRX2003 di India dan Filipina.
Di India, uji klinis fase pertama obat akan digunakan pada orang sehat untuk memastikan keamanan pada kelompok uji pertama. Sedangkan untuk Filipina uji klinis fase pertama, dilakukan pada pasien Covid-19 untuk menguji keamanan dan efek samping obat.

Niclosamide dikenal sebagai obat yang dapat menghambat penestrasi dan ekskresi virus ke dalam sel tubuh manusia.
DWRX2003 merupakan produk yang dikembangkan dengan Niclosamide sebagai obat injeksi lepas menggunakan teknologi pengiriman obat milik Daewoong Group.
“ Niclosamide adalah bahan yang telah terbukti memiliki efek yang dapat meningkatkan kondisi pasien Covid-19, dan kami berharap pengobatan ini dapat menekan komplikasi pada pasien kronis serta memberikan efek anti-virus yang kuat," kata Min-seok Lee, CEO Daewoong Therapeutics, Jumat pekan lalu.
" Kami akan bekerja sama dengan Daewoong Pharmaceutical untuk melakukan yang terbaik dalam berbagai penelitian dan pengembangan untuk mengembangka pengobatan yang efektif untuk penyakit infeksi virus lainnya,” tambahnya.

Daewong Pharmaceutical berencana melakukan uji klinis multinasional fase 2 dan 3 tahun ini berdasarkan hasil uji klinis fase pertama dan akan segera mengajukan permohonan untuk mendapatkan Accelerated Approval dan Emergency Use Authorization setelah uji klinis fase 2 telah selesai.
" Kami akan memfokuskan semua upaya kami untuk mempercepat uji klinis dan mempersiapkan fase 2 dan fase 3 di Indonesia serta menyelesaikan hasil uji klinis fase 1 sehingga kami dapat mengembangkan perawatan Covid-19 secepat mungkin," kata Sengho Jeon, CEO Daewoong Pharmaceutical
" Demi membantu pengobatan pasien Covid-19 di seluruh dunia, kami akan berusaha keras mengembangkan pengobatan Niclosamide dan Camostat serta memperluas penelitian dan pengembangan untuk penyakit infeksi virus,” tutupnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya