Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan saat ini layanan kesehatan sedang kritis. Sebab, jumlah dokter yang meninggal akibat terinfeksi Covid-19 jumlahnya meningkat.
" Total 136 dokter wafat akibat Covid-19," ujar External PR Lead untuk Tim Mitigasi Pengurus Besar IDI, Elizabeth, melalui keterangan tertulis.
Jumlah tersebut merupakan angka kematian dokter sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada Maret hingga 15 Oktober 2020. Rinciannya, 69 orang adalah dokter umum dengan 4 guru besar dan 67 orang merupakan dokter spesialis.
" Rinciannya, 63 dokter spesialis, 5 guru besar, serta 2 residen yang berasal dari 18 IDI wilayah dan 61 IDI cabang," ujar Elizabeth.
Berdasarkan data per wilayah, kata Elizabeth, para dokter yang meninggal berasal dari 18 provinsi. Rinciannya, Jawa Timur 32 dokter, Sumatera Utara 23 dokter, DKI Jakarta 19 dokter, Jawa Barat 12 dokter, Jawa Tengah 9 dokter, Sulawesi Selatan 6 dokter, Bali 5 dokter, Sumater Selatan 4 dokter.
Lalu di Kalimantan Selatan 4 dokter, Aceh 4 dokter, Kalimantan Timur 3 dokter, Riau 4 dokter, Kepulauan Riau 4 dokter, DI Yogyakarta 2 dokter, Nusa Tenggara Barat 2 dokter, Sulawesi Utara 2 dokter, Banten 2 dokter, dan Papua Barat 1 dokter.
Wakil Ketua Tim Mitigasi PB IDI, Ari Kusuma Januarto, menyatakan, kondisi pelayanan kesehatan saat ini sedang kritis. Angka terkini yang dicatat IDI cukup besar.
" Ini adala situasi krisis dalam pelayanan kesehatan saat ini," kata Ari.
Ari menyatakan tingginya data kematian tenaga medis khususnya dokter menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Seharusnya, para tenaga medis mendapat jaminan rasa aman ketika bekerja menangani pasien.
Menurut Ari, meningkatnya angka kematian dokter berjalan seiring dengan peningkatan kurva kasus positif Covid-19. Dia berharap masyarakat turut membantu pemerintah untuk menekan kurva tersebut.
Apabila kurva menurun, tenaga medis tidak akan kewalahan. Dengan begitu, kesehatan para dokter bisa tetap baik sehingga semakin mampu menangani pasien Covid-19.
" Harus ada kerja sama menyeluruh baik dari pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan sehingga para tenaga medis dapat melanjutkan pekerjaan penting mereka tanpa mempertaruhkan nyawa mereka sendiri," kata Ari.
Ari menambahkan, tenaga medis sebenarnya bukanlah garda terdepan menghadapi Covid-19. Justru garda terdepan melawan Covid-19 adalah masyarakat.
Kuncinya terletak pada penerapan protokol kesehatan. Jika masyarakat abai, dapat dipastikan pandemi tidak akan berhenti.
" Situasi ini tidak akan pernah selesai apabila tidak ada kerja sama penuh dari masyarakat sebagai garda terdepan," ucap dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya