Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi/ Foto: Pixabay/mwitt1337
DREAM.CO.ID — Dalam dunia kerja yang semakin dinamis dan kompetitif, menjaga ritme kerja tanpa mengalami burnout menjadi tantangan yang dihadapi banyak pekerja, terutama di kota-kota besar. Burnout atau kelelahan mental dan fisik akibat stres kerja berkepanjangan dapat menurunkan produktivitas bahkan berdampak serius pada kesehatan.
Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), burnout kini dikategorikan sebagai fenomena yang terkait dengan pekerjaan dan bukan semata gangguan kesehatan mental. Gejalanya meliputi kelelahan ekstrem, penurunan performa, dan perasaan sinis terhadap pekerjaan.
Kabar baiknya, burnout bisa dicegah. Caranya? Dengan menjaga ritme kerja yang sehat dan seimbang. Berikut ini beberapa tips sederhana yang bisa diterapkan dirangkum dari berbagai sumber.
1. Mulai Hari dengan Perencanaan Ringan
Sebelum memulai pekerjaan, luangkan waktu 5-10 menit untuk menyusun rencana hari itu. Tidak perlu rumit, cukup pilih tiga hingga lima tugas prioritas. Hal ini membantu pikiran lebih terarah dan menghindari rasa kewalahan.
2. Gunakan Teknik Bekerja Bertahap
Metode seperti Pomodoro (25 menit kerja, 5 menit istirahat) terbukti membantu menjaga fokus dan mengurangi stres. Dengan jeda singkat, otak punya waktu untuk 'bernapas'.
3. Jangan Abaikan Waktu Istirahat
Makan siang di meja kerja sambil terus mengetik mungkin terdengar efisien, tapi sebenarnya bisa mempercepat kelelahan. Luangkan waktu untuk benar-benar istirahat, jauh dari layar dan tugas.
4. Belajar Mengatakan 'Cukup'
Tidak semua hal harus diselesaikan hari itu juga. Mengenali batas diri bukan tanda kelemahan, justru itu bentuk tanggung jawab terhadap kesehatan sendiri.
5. Jaga Keseimbangan di Luar Jam Kerja
Luangkan waktu untuk hal-hal yang disukai seperti membaca, berolahraga, atau sekadar berkumpul bersama keluarga. Aktivitas di luar pekerjaan membantu memulihkan energi dan menjaga semangat kerja tetap menyala.
Selain dari diri sendiri, dukungan lingkungan kerja juga penting. Perusahaan yang memberi ruang istirahat cukup, fleksibilitas kerja, serta mendukung kesehatan mental karyawan, dapat mencegah burnout sejak dini.
Coba biasakan menutup hari kerja dengan refleksi singkat seperti apa yang sudah diselesaikan, apa yang perlu dilanjutkan besok, dan hal apa yang patut disyukuri hari ini. Ini bisa membantu menutup hari dengan perasaan lega dan positif.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya