Rahmani, Pilot Cantik `Top Gun Afghanistan`

Reporter : Sandy Mahaputra
Senin, 4 Mei 2015 08:00
Rahmani, Pilot Cantik `Top Gun Afghanistan`
Perjalanan Rahmani menjadi pilot dilalui dengan cukup keras. Dia pernah menerima panggilan telepon dan surat ancaman dari Taliban agar berhenti menjadi pilot.

Dream - Seorang perempuan menjadi pilot mungkin sudah menjadi hal yang biasa di beberapa negara di dunia. Namun akan sangat luar biasa jika itu terjadi di negara seperti Afghanistan.

Saat masih dikuasai Taliban, Afghanistan adalah negara yang sangat membatasi gerak kaum perempuan. Mereka dilarang bersekolah, apalagi melakukan pekerjaan laki-laki, seperti menjadi pilot militer.

Namun sejak Taliban tumbang pada 2001, seorang perempuan bernama Niloofar Rahmani membuktikan ia mampu menjadi pilot militer Angkatan Udara Afghanistan.

Perempuan 23 tahun ini bermimpi untuk menerbangkan sebuah pesawat saat masih kecil.

" Sejak masih kecil, saat melihat burung di langit, saya ingin menerbangkan sebuah pesawat," katanya dikutip Dream dari Emirates 24/7, Minggu 3 Mei 2015.

" Banyak gadis Afghanistan yang punya impian tapi tersandung banyak masalah dan ancaman yang menghalangi."

Rahmani, yang lahir dan besar di Kabul ini, mendaftar di AU Afghanistan pada 2010 lalu dan merahasiakannya dari keluarga.

Dua tahun setelah menempuh pendidikan, Rahmani menjadi penerbang perempuan pertama dalam sejarah Afghanistan. Dia juga menjadi pilot militer perempuan pertama sejak rezim Taliban terguling.

Lewat perjuangan yang keras, ia mendapat penghargaan International Women of Courage Award dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat pada pekan lalu.

Dia juga mendapat julukan 'Top Gun dari Afghanistan' di media sosial. Julukan tersebut diambil dari film Top Gun yang dibintangi Tom Cruise pada 1986 yang bercerita tentang kehebatan pilot Angkatan Laut AS.

Perjalanan Rahmani menjadi pilot dilalui dengan cukup keras. Dia pernah menerima panggilan telepon dan surat ancaman dari Taliban agar berhenti menjadi pilot.

Ancaman semakin memburuk hingga pada 2013 dia terpaksa meninggalkan negaranya selama dua bulan.

" Mereka mengancam akan menyakiti saya dan keluarga. Namun satu-satunya pilihan saya adalah menjadi kuat dan mengabaikan mereka," katanya.

Rahmani adalah satu dari tiga perempuan Afghanistan yang telah dilatih untuk menjadi pilot sejak 2001. Sayangnya salah satu dari mereka telah keluar dari AU Afghanistan.

Ketika ditanya berapa lama AU Afghanistan akan memiliki jumlah pilot laki-laki dan perempuan yang seimbang.

" Tidak dalam waktu dekat. Mungkin 20 atau 30 tahun lagi," katanya. (Ism) 

 

Beri Komentar