Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Malala Yousafzai
Dream - Penerima Hadiah Nobel termuda, Malala Yousafzai, mendapat penghormatan dari NASA.
Nama gadis muda asal Pakistan tersebut dijadikan nama sebuah asteroid yang sebelumnya dikenal sebagai Asteroid 316201. Asteroid yang ditemukan lima tahun lalu oleh seorang ahli astronomi NASA.
" (Dr Carrie Nugent) dan saya sudah membaca tentang kisah luar biasa Malala dan berpikir jika ada yang pantas memiliki nama untuk sebuah asteroid, maka dialah orangnya," kata Amy Mainzer dari NASA dikutip Dream dari laman OnIslam.net, Senin 13 April 2015.
Mainzer mengaku terinspirasi menggunakan nama Malala setelah diberitahu bahwa beberapa nama planet diambil dari nama-nama wanita yang telah berkontribusi pada kemanusiaan. Bahkan diambil dari nama-nama orang yang berasal dari etnis minoritas.
Malala, sekarang 17 tahun, mulai terkenal setelah menulis buku harian anti-Taliban ketika dia masih berusia 11 tahun pada tahun 2009. Namun, banyak yang percaya bahwa buku harian itu ditulis oleh ayahnya, Ziauddin, yang kemudian menjadi Kepala Biro Layanan Urdu BBC.
Otobiografi Malala berjudul 'I am Malala' terkenal di seluruh dunia, namun menjadi kontroversi di tanah airnya sendiri. Banyak yang menduga otobiografi Malala itu sebagai alat eksploitasi Barat untuk memfitnah Islam dan Pakistan dengan kedok Taliban.
Malala Yousafzai dan aktivis hak anak India Kailash Satyarthi adalah penerima Hadiah Perdamaian Nobel 2014 Desember lalu. Pada Agustus 2013, Malala memenangkan Hadiah Perdamaian Anak Internasional untuk dedikasinya dalam mempromosikan pendidikan perempuan.
Dia sekarang tinggal dan bersekolah di Birmingham, Inggris.
Mainzer berharap nama Asteroid 316201 Malala bisa memberi inspirasi pada kaum muda bahwa ilmu pengetahuan dan rekayasa adalah untuk semua orang.
" Kami sangat membutuhkan kemampuan otak dari semua orang pintar untuk memecahkan beberapa masalah manusia yang paling sulit, dan kita tidak mampu untuk menolak setengah populasi dunia," tulisnya.
Asteroid 316201 ditemukan pada tanggal 23 Juni 2010 oleh Mainzer.
Asteroid 316201 Malala dengan lebar empat kilometer, mengitari matahari setiap lima tahun setengah, merupakan bagian dari sabuk utama asteroid antara Mars dan Jupiter. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya