Muslimah Peraih Nobel Itu Jadi Nama Asteroid

Reporter : Sandy Mahaputra
Senin, 13 April 2015 16:16
Muslimah Peraih Nobel Itu Jadi Nama Asteroid
Diharapkan bisa memberi inspirasi pada kaum muda bahwa ilmu pengetahuan adalah untuk semua orang.

Dream - Penerima Hadiah Nobel termuda, Malala Yousafzai, mendapat penghormatan dari NASA.

Nama gadis muda asal Pakistan tersebut dijadikan nama sebuah asteroid yang sebelumnya dikenal sebagai Asteroid 316201. Asteroid yang ditemukan lima tahun lalu oleh seorang ahli astronomi NASA.

" (Dr Carrie Nugent) dan saya sudah membaca tentang kisah luar biasa Malala dan berpikir jika ada yang pantas memiliki nama untuk sebuah asteroid, maka dialah orangnya," kata Amy Mainzer dari NASA dikutip Dream dari laman OnIslam.net, Senin 13 April 2015.

Mainzer mengaku terinspirasi menggunakan nama Malala setelah diberitahu bahwa beberapa nama planet diambil dari nama-nama wanita yang telah berkontribusi pada kemanusiaan. Bahkan diambil dari nama-nama orang yang berasal dari etnis minoritas.

Malala, sekarang 17 tahun, mulai terkenal setelah menulis buku harian anti-Taliban ketika dia masih berusia 11 tahun pada tahun 2009. Namun, banyak yang percaya bahwa buku harian itu ditulis oleh ayahnya, Ziauddin, yang kemudian menjadi Kepala Biro Layanan Urdu BBC.

Otobiografi Malala berjudul 'I am Malala' terkenal di seluruh dunia, namun menjadi kontroversi di tanah airnya sendiri. Banyak yang menduga otobiografi Malala itu sebagai alat eksploitasi Barat untuk memfitnah Islam dan Pakistan dengan kedok Taliban.

Malala Yousafzai dan aktivis hak anak India Kailash Satyarthi adalah penerima Hadiah Perdamaian Nobel 2014 Desember lalu. Pada Agustus 2013, Malala memenangkan Hadiah Perdamaian Anak Internasional untuk dedikasinya dalam mempromosikan pendidikan perempuan.

Dia sekarang tinggal dan bersekolah di Birmingham, Inggris. 

Mainzer berharap nama Asteroid 316201 Malala bisa memberi inspirasi pada kaum muda bahwa ilmu pengetahuan dan rekayasa adalah untuk semua orang.

" Kami sangat membutuhkan kemampuan otak dari semua orang pintar untuk memecahkan beberapa masalah manusia yang paling sulit, dan kita tidak mampu untuk menolak setengah populasi dunia," tulisnya.

Asteroid 316201 ditemukan pada tanggal 23 Juni 2010 oleh Mainzer.

Asteroid 316201 Malala dengan lebar empat kilometer, mengitari matahari setiap lima tahun setengah, merupakan bagian dari sabuk utama asteroid antara Mars dan Jupiter. (Ism) 

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More