Kenalan dengan Desa Wisata Hanjeli, di Sukabumi, Jawa Barat

Reporter : Shania Suha Marwan
Jumat, 20 Januari 2023 13:36
Kenalan dengan Desa Wisata Hanjeli, di Sukabumi, Jawa Barat
Cocok untuk kamu yang suka eduwisata dan suasana desa.

Dream - Hanjeli merupakan tanaman lokal yang keberadaannya hampir punah. Jelai, jali, atau enjelai adalah beberapa sebutan untuk tumbuhan biji-bijian tropika satu ini. 

Hanjeli© Shutterstock

Ada salah satu desa wisata di Jawa Barat, yang ternyata membudidayakan tanaman yang hampir punah ini, yaitu Desa Hanjeli. Lokasinya terletak di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menawarkan eduwisata budidaya tanaman lokal hanjeli. Tanaman jali sendiri termasuk dalam biji-bijian tropika dari suku padi-padian atau poaceae. 

1 dari 4 halaman

Tujuan awal dari desa wisata ini adalah untuk mengkonservasi pangan lokal. Juga sekaligus membuka peluang baru untuk masyarakat setempat.  

© Instagram/desawisatahanjeli

Saat berkunjung ke desa wisata ini, pengunjung akan diajak untuk lebih mengenal tanaman hanjeli. Selain itu, kamu juga bisa belajar cara bertanam, dan panen hanjeli dengan alat tradisional. 

© Instagram/desawisatahanjeli

Lebih jauh kamu juga bisa belajar mengolahnya. Mulai dari menampah, dan menumbuk dengan lisung, lalu kemudian diolah menjadi hidangan siap santap.

© Instagram/desawisatahanjeli

Di sini kamu juga bisa belajar mengolah hanjeli menjadi olahan makanan lainnya, seperti dodol atau rengginang. Tertarik untuk jalan-jalan ke sini, Sahabat Dream?

 

Sumber: Pesona Indonesia 

 

 

2 dari 4 halaman

Potret Pantai Malalayang dan Bunaken Usai Ditata, Makin Memesona

Dream - Kementerian PURP akhirnya selesai melakukan Penataan Kawasan Pantai Malalayang dan Ecotourism Village Bunaken. Penataan itu merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan Destinasi Super Prioritas (DPSP) Manado-Bitung-Likupang, di Sulawesi Utara. 

Ruang lingkup penataan kawasan Pantai Malalayang termasuk dalam Pedestrian (Public Beach Promenade) sepanjang 1,2 km untuk mempercantik wajah Kota Manado yang menghadap ke pantai. 

Selain itu juga ada Menara Pandang, Bangunan Warung Apung, Panggung Budaya, Warung Minum, Pier Salib, Dermaga Jetski, serta Jalan Penghubung.

3 dari 4 halaman

Sedangkan untuk pengembangan desain landmark terlihat pada Tugu Bobocha dan Pier Salib, yang dilakukan untuk mendukung keindahan tempat berjalan dengan mengadaptasi kearifan lokal dari bentuk ikan raja laut.

© Instagram/Kemenpupr

Area pedestrian yang sebelumya minim pencahayaan, kini tampak cantik dengan penataan cahaya yang kece. 

© Instagram/Kemenpupr

Selanjutnya, untuk penataan Ecotourism Village Bunaken meliputi pembangunan Dermaga baru, Jalan Lingkungan, Gerbang Penanda, Street Furniture, serta Panggung Budaya yang dapat digunakan masyarakat setempat untuk melakukan berbagai kegiatan. 

4 dari 4 halaman

© Instagram/Kemenpupr

Pembangunannya mengusung konsep Ecotourism Village agar nuansa perdesaan tetap terjaga, salah satunya dengan memberdayakan rumah warga setempat menjadi homestay dengan mempertahankan arsitektur khas Minahasa.

© Instagram/Kemenpupr

Pantai Malalayang dan Bunaken artinya membenahi bentang alam dan perdesaan yang masih alami, namun tetap menjaga adat budaya warisan leluhur.

© Instagram/Kemenpupr

Wisatawan yang datang akan memperoleh krsan dan pengalaman berlibur yang lengkap, tak hanya sebatas keindahan alam, tapi juga seni dan budaya khas Minahasa.

 

Sumber: Instagram/Kemenpupr

 

 

 

Beri Komentar