Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: SHutterstock)
Dream - Setelah berhasil dengan vaksin Covid-19 pertamanya, kini Rusia kembali mendaftarkan dua obat Remdevisir yang telah disetujui beberapa negara.
Dilansir dari Merdeka.com, Kamis 15 Oktober 2020, obat Remdesivir telah didaftarkan Kementerian Kesehatan Rusia.
Beberapa negara seperti Amerika Serikat, Jepang, India, Israel, Republik Korea, dan Inggris, juga telah menyetujui penggunaan Remdesivir untuk pengobatan pasien virus corona.
“ Kementerian Kesehatan Rusia telah mendaftarkan dua obat antivirus Remdesivir untuk pengobatan infeksi virus corona baru (Covid-19), sertifikat pendaftaran untuk obat-obatan domestik dan impor dikeluarkan pada Rabu,” kata pernyataan itu.
Sebelumnya, State Scientific Center of Virology and Biotechnology (Vector) memproduksi vaksin Covid-19 atau disebut " EpiVacCorona" yang menjadi vaksin kedua didaftarkan di Rusia.
Hingga 14 Oktober, tercatat ada tambahan 14.231 kasus positif Covid-19 di Rusia, sehingga jumlah total sejak awal pandemi telah mencapai 1.340.409 kasus.
Sumber: Merdeka.com
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Badan Kesehetan Dunia (WHO) memberikan apresiasinya atas upaya para ilmuwan di Rusia dalam pengembangan vaksin Sputnik V yang aman dan efektif.
Sputnik V menjadi vaksin Covid-19 pertama yang terdaftar secara resmi buatan Rusia, dikembangkan oleh Institut Penelitian Sains Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya, yang kini telah memasukin tahap tiga uji klinis yang melibatkan 2.000 sukarelawan.
" WHO sangat mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Rusia dalam mengembangkan vaksin untuk melawan Covid-19 yaitu Vaksin Sputnik V, sekali lagi saya ingin berterima kasih kepada Rusia atas upaya yang sangat baik untuk menciptakan vaksin yang aman dan efektif," jelas Direktur Regional Eropa WHO, Hans Kluge, setelah bertemu dengan Menteri Kesehatan Rusia Mikhail Murashko, dikutip dari merdeka.com, Selasa 22 September 2020.
Hans juga mengatakan bahwa Rusia telah membantunya memberikan bantuan kepada negara-negara Asia Tengah di saat pandemi, dan secara umum telah menunjukkan komitmennya terhadap solidaritas global.
Kementerian Kesehatan Rusia telah memastikan vaksin tersebut menjalani semua pemeriksaan yang diperlukan dan terbukti mampu membangun kekebalan terhadap virus setidaknya selama dua tahun.
Pemerintah Rusia pun mengumumkan bahwa vaksin yang ditemukan tersebut akan mulai diproduksi pada awal September 2020. Sementara itu, untuk ketersediaannya untuk seluruh dunia diperkirakan akan didistribusikan mulai Januari 2021.
Moskow sendiri dikabarkan telah menerima permintaan satu miliar dosis vaksin dari setidaknya 20 negara, namun pihak berwenang mengatakan jika mereka akan melayani rakyatnya terlebih dahulu.
Sumber: merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya