Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© MEN
Dream - Muslim di seluruh dunia akan menjalani bulan suci Ramadan dan berpuasa dari sebelum matahari terbit hingga terbenam selama sebulan. Hari pertama puasa kemungkinan akan jatuh pada hari Sabtu, 2 April, 2022.
Untuk menetapkan awal Ramadan, yang ditentukan oleh penampakan hilal, Arab Saudi dan negara-negara mayoritas muslim lainnya mengandalkan kesaksian para pengamat hilal.
Dilansir dari Aljazeera pada Jumat, 31 Maret 2022, tahun ini pula Arab Saudi akan kembali dipenuhi dengan jemaah umrah di Mekah dan Madinah setelah dua tahun pandemi Covid-19.
Selain dengan hilal adapula negara yang mengikuti penetapan awal Ramadan berdasarkan fatwa ulama. Berikut daftar negara di dunia menetapkan Ramadan berdasarkan hilal dan fatwa ulama.
Negara-negara yang akan memulai bulan Ramadan mengikuti Arab Saudi diantaranya:
1. Bahrain
2. Mesir
3. Kuwait
4. Oman
5. Qatar
6. Uni Emirat Arab
Negara yang memulai awal Ramadan berdasarkan penglihatan hilal seperti:
1. Afghanistan
2. Australia
3. Bangladesh
4. Indonesia
5. Iran
6. Libya
7. Malaysia
8. Morocco
9. Pakistan
10. Afrika Selatan
Tunisia
Turki
Negara yang mengikuti fatwa Dewan Fikih Amerika Utara ada:
1. Kanada
2. Amerika Serikat
Negara yang mengikuti fatwa Dewan Fatwa dan Penelitian Islam Eropa dan Badan Amal Inggris:
1. Negara Eropa
2. Inggris
Indonesia, Lebanon, Maroko, dan Suriah kemungkinan akan mulai berpuasa pada Sabtu, 2 April 2022. Sementara itu negara-negara timur dan barat akan menunggu munculnya hilal.
Menurut Crescent Moon Watch, pemantau bulan yang dikelola oleh Kantor Almanak Nautical Inggris, bulan baru Ramadan akan tiba pada 1 April pukul 06:24 GMT. Pada hari itu, bulan atau hilal mungkin terlihat di sebagian Amerika Utara, Tengah, dan Selatan.
Pada tanggal 2 April, hilal akan mudah terlihat di sebagian besar belahan dunia. Munculnya hilal dipengaruhi faktor seperti kondisi atmosfer, kekeruhan, serta jarak antara matahari dan bulan di cakrawala.
Bulan Ramadan berlangsung antara 29 dan 30 hari, tergantung pada penampakan bulan baru pada malam ke-29 setiap bulan. Jika hilal tidak terlihat, Ramadan berlangsung selama 30 hari.
Sumber: aljazeera.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya